Tampilkan postingan dengan label CIREBON heritage. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CIREBON heritage. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 17, 2011

Selamat Milad 17 Juni Sang Juragan Tahu Gezrot

wah ga terasa, blog ini dibuat sudah masuk tahun ke-4.
tak terasa juga sang pembuat, yakni juragan tahu gezrot hari ini merayakan hari milad. jangan ditanya milad ke berapa yaa hehehe... masih seventeen saya :p imut-imut sekaligus amit-amit hehehe...

kata temen-temen, di bulan Juni ini banyak tokoh besar dilahirkan...hmmm...apa iya? nanti saya tanya Mang Gugel dulu... hasilnya, tokoh siapa aja yang lahir di bulan Juni akan saya copast di sini....

nah udah dapet beberapa namanya...

1. Andra - Gitaris Dewa
2. ....
3. ....
4. ....
(isi sendiri yaaa hehehe :p )

Selamat Milad 17 Juni Sang Juragan Tahu Gezrot
btw, dapet kado dr pembaca apa nih? :p

Continue -->>

Jumat, Mei 20, 2011

Daftar Alamat & Nomer Telepon Bank di Cirebon Jawa Barat

Bank Jabar Syariah
Kantor :
Jl Siliwangi 100 CIREBON 45123

ABN Amro Bank NV
Kantor :
Jl Cipto 81 CIREBON

Bank Buana Indonesia PT Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 29 CIREBON 45111

Bank Buana Indonesia PT Tbk
Kantor :
Jl Ir H Juanda 56-A CIREBON

Bank Artha Graha Internasional PT Tbk
Kantor :
Jl RA Kartini 3 CIREBON 45123

Bank Artha Graha Internasional PT Tbk
Kantor :
Jl Raya Plered 96 CIREBON 45154

Bank Bukopin PT Tbk
Kantor :
Jl Ir H Juanda 9-B CIREBON

Bank Bukopin PT Tbk
Kantor :
Jl Dr Cipto Mangunkusumo 101 CIREBON 45131

Bank Central Asia PT Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 27 CIREBON 45111

Bank Danamon Indonesia PT Tbk
Kantor :
Jl Raya Plered 55 CIREBON 45154

Bank Danamon Indonesia PT Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 12 CIREBON 45111

Bank Haga
Kantor :
Jl Karang Getas 70 CIREBON 45118

Bank Internasional Indonesia PT Tbk
Kantor :
Jl Siliwangi 49 CIREBON 45121

Bank Jabar
Kantor :
Jl Sultan Agung 30 CIREBON 45611

Bank Jabar
Kantor :
Jl Siliwangi 30 CIREBON 45121

Bank Jabar Syariah
Kantor :
Jl Siliwangi 100 CIREBON 45123

PT Bank Jasa Arta
Kantor :
Jl RA Kartini 35 CIREBON 45111

Bank Lippo PT Tbk
Kantor :
Jl Ir H Juanda 24 CIREBON 45154

Bank Lippo PT Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 26 CIREBON 45111

Bank Mandiri PT Persero Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 11 CIREBON 45111

Bank Mandiri PT Persero Tbk
Kantor :
Jl Raya Tegalwangi Km 9,3/58 CIREBON 45154

Bank Lippo PT Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 26 CIREBON 45111

Bank Mandiri PT Persero Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 11 CIREBON 45111

Bank Mandiri PT Persero Tbk
Kantor :
Jl Raya Tegalwangi Km 9,3/58 CIREBON 45154

Bank Mega PT Tbk
Kantor :
Jl Suryanegara Cherbon Grand Centre Bl D/10-11 CIREBON 45118

Bank Muamalat Indonesia PT Tbk
Kantor :
Jl Siliwangi 60 CIREBON 45121

Bank Negara Indonesia PT Persero Tbk
Kantor :
Jl Raya Tegal Wangi 19-B CIREBON

Bank Niaga PT Tbk
Kantor :
Jl Raya Tegalwangi 19-B CIREBON 45154

Bank NISP PT Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 37 CIREBON 45111

Bank Nusantara Parahyangan PT Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 2 CIREBON 45111

Bank Panin PT Tbk
Kantor :
Jl Raya Plered 88 CIREBON 45154

PD Bank Pasar
Kantor :
Jl Talang 43 CIREBON 45111

Bank Permata PT Tbk
Kantor :
Jl Kom L Yos Sudarso 3-A CIREBON 45111

PT Bank Propelat
Kantor :
Jl RA Kartini 3 CIREBON 45123

Bank Rakyat Indonesia PT Persero Tbk
Kantor :
Jl Raya Dewi Sartika 58 CIREBON

PT Bank Swaguna
Kantor :
Jl Ciremai 2 CIREBON 45123

PT Bank Syariah Mandiri
Kantor :
Jl Siliwangi 102 CIREBON 45111

Bank Tabungan Negara PT Persero
Kantor :
Jl Siliwangi 16 CIREBON 45121

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional
Kantor :
Jl Fatahillah Sumber 34 RT 002/02 CIREBON 45611

PT Binayasa Putra Batara
Kantor :
Jl Siliwangi 16 CIREBON

Continue -->>

Senin, Oktober 11, 2010

Wisata Cirebon : Linggarjati di Kuningan Jawa Barat

Wisata Cirebon : Linggarjati di Kuningan Jabar



Perjanjian Linggarjati. Ya, tempat bersejarah ini dulunya dijadikan sebagai tempat berunding antara Belanda & Indonesia. Suasana yang sejuk, berada di kaki gunung Ciremai, merupakan salahsatu dari beberapa tempat liburan favorit di Kuningan, Jawa Barat.



Perundingan Linggarjati atau kadang juga disebut Perundingan Linggajati adalah suatu perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947

Masuknya AFNEI yang diboncengi NICA ke Indonesia karena Jepang menetapkan status quo di Indonesia menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dengan Belanda, seperti contohnya Peristiwa 10 November, selain itu pemerintah Inggris menjadi penanggung jawab untuk menyelesaikan konflik politik dan militer di Asia, oleh sebab itu, Sir Archibald Clark Kerr, diplomat Inggris, mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Veluwe, namun perundingan tersebut gagal karena Indonesia meminta Belanda mengakui kedaulatannya atas Jawa, Sumatera dan Madura, namun Belanda hanya mau mengakui Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi:
Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

info selanjutnya mengenai sejarah perundingan linggarjati, bisa Anda klik DISINI




Lokasinya mudah dijangkau, berada diantara jalur ramai dari Cirebon ke Kuningan, tepatnya setelah Cilimus menuju Kuningan Kota. Jarak tempuh sekitar 45 menit sampai 1 jam dari Cirebon.

Di area seluas 14 Ha ini, banyak macam rekreasi yg ditawarkan, yaitu kolam renang (tentu airnya superrr dingin), sepeda air, kemudian disampingnya ada tempat untuk terapi dg Ikan, mini boat, dll.



Selain itu, terdapat villa-villa yang bisa disewa disekitar lokasi. saya kurang tahu berapa tarifnya, tapi Anda bisa langsung menanyakan ke management Linggarjati di nomer Telepon/ fax : (0232) 613188.

Bagi Anda yang masih mempunyai info tentang obyek wisata Linggarjati ini, dipersilahkan comment dibawah. mudah2an bisa bermanfaat demi kemajuan obyek wisata linggarjati.

Salah satu daya tarik tempat ini ialah keanekaragaman flora dan fauna yang terdapat didalamnya. Flora yang terdapat di kawasan ini di antaranya : Bungur (Lagerstroemia sp), Pasang (Quercus sp), Kiara (Ficus sp), Lemo (Alstonia scholaris), Jamuju (Podocarpus imbricatus) dan Kiacret (Spathodea campulata). Jenis pohon-pohon tersebut tumbuh dengan baik dan kini telah banyak yang berdiameter lebih dari 50 cm dengan tinggi bebas cabang ± 10 meter serta memiliki tajuk yang lebar, sehingga membuat suasana menjadi sejuk bagi wisatawan. Jenis fauna yang ada di taman Wisata Alam Linggarjati adalah jenis burung seperti Burung Pipit (Lonchura leucogastoides) dan Kepodang (Oriolus chinensis), jenis satwa lainnya.  


Taman Wisata Alam Linggarjati dari Bandung berjarak ± 160 Km, atau sekitar 28 Km dari kota Kuningan.

Fasilitas lain yang tersedia adalah :
• Kolam renang standar nasional
• Kolam pemancingan
• Sepeda air
• Sarana akomodasi
• Kios cinderamata
• Restoran

Continue -->>

Kamis, Juni 24, 2010

Periodisasi Sastra Indonesia

Periodisasi Sastra Indonesia
Oleh:
Alexander Gotama
Deviana Maria
Fiona Angelina
Rafaello Simorangkir

Menurut HB. Jassin
Periodisasi Sastra

Pengertian:
penggolongan sastra berdasarkan pembabakan waktu dari awal kemunculan sampai dengan perkembangannya.
Periodisasi sastra, selain berdasarkan tahun kemunculan, juga berdasarkan ciri-ciri sastra yang dikaitkan dengan situasi sosial, serta pandangan dan pemikiran pengarang terhadap masalah yang dijadikan objek karya kreatifnya.
Periodisasi Sastra
Ada banyak periodisasi sastra yang disusun oleh para kritikus, antara lain oleh:
HB. Jassin
Ajip Rosidi
A. Teeuw
Rahmat Djoko Pradopo
Yang akan dibahas dalam presentasi ini adalah Periodisasi Sastra menurut HB. Jassin.
HB. Jassin , kritikus Indonesia
Periodisasi Sastra Indonesia Menurut HB. Jassin
Berikut ini adalah periodisasi sastra menurut HB. Jassin:
Sastra Melayu Lama
Sastra Indonesia Modern
Angkatan Balai Pustaka
Angkatan Pujangga Baru
Angkatan ’45
Angkatan ‘66
Sastra Melayu Lama
Sastra Melayu Lama merupakan sastra Indonesia sebelum abad 20.
Ciri-ciri Sastra Melayu Lama:
Masih menggunakan bahasa Melayu
Umumnya bersifat anonim
Berciri istanasentris
Menceritakan hal-hal berbau mistis seperti dewa-dewi, kejadian alam, peri, dsb.
Sastra Melayu Lama
Contoh sastra pada masa Sastra Melayu Lama:
Dongeng tentang arwah, hantu/setan, keajaiban alam, binatang jadi-jadian, dsb.
Berbagai macam hikayat seperti; Hikayat Mahabharata, Hikayat Ramayana, Hikayat Sang Boma.
Syair Perahu dan Syair Si Burung Pingai oleh Hamzah Fansuri.
Gurindam Dua Belas dan Syair Abdul Muluk oleh Raja Ali Haji
Angkatan Balai Pustaka
Balai Pustaka merupakan titik tolak kesustraan Indonesia.
Ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka adalah:
Menggunakan bahasa Indonesia yang masih terpengaruh bahasa Melayu
Persoalan yang diangkat persoalan adat kedaerahan dan kawin paksa
Dipengaruhi kehidupan tradisi sastra daerah/lokal
Cerita yang diangkat seputar romantisme.
Angkatan Balai Pustaka terkenal dengan sensornya yang ketat. Balai Pustaka berhak mengubah naskah apabila dipandang perlu.
Contoh hasil sastra yang mengalami pen-sensoran adalah Salah Asuhan oleh Abdul Muis yang diubah bagian akhirnya dan Belenggu karya Armyn Pane yang ditolak oleh Balai Pustaka karena tidak boleh diubah.
Angkatan Balai Pustaka
Contoh sastra pada masa Angkatan Balai Pustaka:
Roman
Azab dan Sengsara (Merari Siregar)
Sitti Nurbaya (Marah Rusli)
Muda Teruna (M. Kasim)
Salah Pilih (Nur St. Iskandar)
Dua Sejoli (M. Jassin, dkk.)
Kumpulan Puisi
Percikan Permenungan (Rustam Effendi)
Puspa Aneka (Yogi)
Angkatan ‘45
Angkatan ’45 lahir dalam suasana lingkungan yang sangat prihatin dan serba keras, yaitu lingkungan fasisme Jepang dan dilanjutkan peperangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ciri-ciri Angkatan ’45 adalah:
Terbuka
Pengaruh unsur sastra asing lebih luas
Corak isi lebih realis, naturalis
Individualisme sastrawan lebih menonjol, dinamis, dan kritis
Penghematan kata dalam karya
Ekspresif
Sinisme dan sarkasme
Karangan prosa berkurang, puisi berkembang
Chairil Anwar , sastrawan Angkatan ‘45
Angkatan ‘45
Contoh sastra pada masa Angkatan ’45:
Tiga Menguak Takdir (Chairil Anwar-Asrul Sani-Rivai Apin)
Deru Campur Debu (Chairil Anwar)
Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus (Chairil Anwar)
Pembebasan Pertama (Amal Hamzah)
Kata Hati dan Perbuatan (Trisno Sumarjo)
Tandus (S. Rukiah)
Puntung Berasap (Usmar Ismail)
Suara (Toto Sudarto Bakhtiar)
Surat Kertas Hijau (Sitor Situmorang)
Dalam Sajak (Sitor Situmorang)
Rekaman Tujuh Daerah (Mh. Rustandi Kartakusumah)
Angkatan ‘66
Angkatan ’66 ditandai dengan terbitnya majalah sastra Horison. Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini.
Banyak karya sastra pada angkatan yang sangat beragam dalam aliran sastra, seperti munculnya karya sastra beraliran surrealistik, arus kesadaran, arketip, absurd, dan lainnya.
Ciri-ciri sastra pada masa Angkatan ’66 adalah:
Bercorak perjuangan anti tirani proses politik, anti kezaliman dan kebatilan
Bercorak membela keadilan
Mencintai nusa, bangsa, negara dan persatuan
Berontak
Pembelaan terhadap Pancasila
Protes sosial dan politik
Angkatan ‘66
Contoh sastra pada masa Angkatan ’66 adalah:
Putu Wijaya
Pabrik
Telegram
Stasiun
Iwan Simatupang
Ziarah
Kering
Merahnya Merah
Djamil Suherman
Sarip Tambak-Oso
Perjalanan ke Akhirat
ANGKATAN PUJANGGA BARU
Angkatan Pujangga Baru
Angkatan Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan.
Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual, nasionalistik dan elitis menjadi "bapak" sastra modern Indonesia.
Angkatan Pujangga Baru
Angkatan Pujangga Baru (1930-1942) dilatarbelakangi kejadian bersejarah “Sumpah Pemuda” pada 28 Oktober 1928.
Ikrar Sumpah Pemuda 1928:
Pertama Kami poetera dan poeteri indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea Kami poetera dan poeteri indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga Kami poetera dan poeteri indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Melihat latar belakang sejarah pada masa Angkatan Pujangga Baru, tampak Angkatan Pujangga Baru ingin menyampaikan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia, dalam satu bahasa yaitu bahasa Indonesia.
Angkatan Pujangga Baru
Pada masa ini, terbit pula majalah "Poedjangga Baroe" yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana, Amir Hamzah dan Armijn Pane.
Pada masa Angkatan Pujangga Baru, ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu:
Kelompok “Seni untuk Seni”
Kelompok “Seni untuk Pembangunan Masyarakat”
Angkatan Pujangga Baru
Ciri-ciri sastra pada masa Angkatan Pujangga Baru antara lain sbb:
Sudah menggunakan bahasa Indonesia
Menceritakan kehidupan masyarakat kota, persoalan intelektual, emansipasi (struktur cerita/konflik sudah berkembang)
Pengaruh barat mulai masuk dan berupaya melahirkan budaya nasional
Menonjolkan nasionalisme, romantisme, individualisme, intelektualisme, dan materialisme.
Angkatan Pujangga Baru
Salah satu karya sastra terkenal dari Angkatan Pujangga Baru adalah Layar Terkembang karangan Sutan Takdir Alisjahbana.
Layar Terkembang merupakan kisah roman antara 3 muda-mudi; Yusuf, Maria, dan Tuti.
Yusuf adalah seseorang mahasiswa kedokteran tingkat akhir yang menghargai wanita.
Maria adalah seorang mahasiswi periang, senang akan pakaian bagus, dan memandang kehidupan dengan penuh kebahagian.
Tuti adalah guru dan juga seorang gadis pemikir yang berbicara seperlunya saja, aktif dalam perkumpulan dan memperjuangkan kemajuan wanita.
Angkatan Pujangga Baru
Dalam kisah Layar Terkembang, Sutan Takdir Alisjahbana ingin menyampaikan beberapa hal yaitu:
Perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas sehingga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar didalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demikian perempuan dapat lebih dihargai kedudukannya di masyarakat.
Masalah yang datang harus dihadapi bukan dihindarkan dengan mencari pelarian. Seperti perkawinan yang digunakan untuk pelarian mencari perlindungan, belas kasihan dan pelarian dari rasa kesepian atau demi status budaya sosial.
Angkatan Pujangga Baru
Selain Layar Terkembang, Sutan Takdir Alisjahbana juga membuat sebuah puisi yang berjudul “Menuju ke Laut”.
Puisi “Menuju ke Laut” karya Sutan Takdir Alisjahbana ini menggunakan laut untuk mengungkapkan h ubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Ada pula seorang sastrawan Pujangga Baru lainnya, Sanusi Pane yang menggunakan laut sebagai sarana untuk mengungkapkan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Karya Sanusi Pane ini tertuang dalam bentuk puisi yang berjudul “ Dalam Gelombang”.
Sanusi Pane , pengarang puisi “ Dalam Gelombang”
Angkatan Pujangga Baru
Ditinjau dari segi struktural, ada persamaan struktur antara puisi Sutan Takdir Alisjahbana dan Sanusi Pane yaitu pengulangan bait pertama pada bait terakhir.
Sementara itu, ditinjau dari segi isi, tampak ada perbedaan penggambaran laut dalam puisi Sutan Takdir Alisjahbana dan Sanusi Pane.
Jika Sutan Takdir Alisjahbana menggambarkan laut sebagai sebuah medan perjuangan, Sanusi Pane menggambarkan laut sebagai suatu tempat yang penuh ketenangan.
Angkatan Pujangga Baru
Kami telah meninggalkan engkau,
Tasik yang tenang tiada beriak,
diteduhi gunung yang rimbun,
dari angin dan topan.
Sebab sekali kami terbangun,
dari mimpi yang nikmat.
Ombak riak berkejar-kejaran
di gelanggang biru di tepi langit.
Pasir rata berulang di kecup,
tebing curam ditentang diserang,
dalam bergurau bersama angin,
dalam berlomba bersama mega.

… Aku bernyanyi dengan suara Seperti bisikan angin di daun Suaraku hilang dalam udara Dalam laut yang beralun-alun Alun membawa bidukku perlahan Dalam kesunyian malam waktu Tidak berpawang tidak berkawan Entah kemana aku tak tahu Menuju ke Laut Oleh Sutan Takdir Alisjahbana Dibawa Gelombang Oleh Sanusi Pane
Angkatan Pujangga Baru
Amir Hamzah diberi gelar sebagai “Raja Penyair” karena mampu menjembatani tradisi puisi Melayu yang ketat dengan bahasa Indonesia yang sedang berkembang. Dengan susah payah dan tak selalu berhasil, dia cukup berhasil menarik keluar puisi Melayu dari puri-puri Istana Melayu menuju ruang baru yang lebih terbuka yaitu bahasa Indonesia, yang menjadi alasdasar dari Indonesia yang sedang dibayangkan bersama.
Selain Sutan Takdir Alisjahbana, ada pula tokoh lain yang terkenal dari Angkatan Pujangga Baru sebagai “Raja Penyair” yaitu Tengku Amir Hamzah .
Sastrawan dan Hasil Karya
Sastrawan pada Angkatan Pujangga Baru beserta hasil karyanya antara lain sbb:
Sultan Takdir Alisjahbana
Contoh: Di Kakimu, Bertemu
Sutomo Djauhar Arifin
Contoh: Andang Teruna (fragmen)
Rustam Effendi
Contoh: Bunda dan Anak, Lagu Waktu Kecil
Asmoro Hadi
Contoh: Rindu, Hidup Baru
Hamidah
Contoh: Berpisah, Kehilangan Mestika (fragmen)
Sastrawan dan Hasil Karya
Amir Hamzah
Contoh: Sunyi, Dalam Matamu
Hasjmy
Contoh: Ladang Petani, Sawah
Lalanang
Contoh: Bunga Jelita
O.R. Mandank
Contoh: Bagaimana Sebab Aku Terdiam
Mozasa
Contoh: Amanat, Kupu-kupu
Presentasi selesai sampai di sini--
Terima kasih atas waktu yang telah diluangkan untuk mendengarkan presentasi kelompok kam

Continue -->>

Kamis, April 29, 2010

DAFTAR HOTEL MURAH DI CIREBON JAWA BARAT

Hotel Prima Cirebon
Jl. Siliwangi 107 Cirebon 45124
Tel. (0231) 205411-205475-205479
Fax. (0231) 205407
E-mail: hpgcirebon@hotelprimagrup.com


Hotel Santika

Alamat: Jl.Dr.Wahidin No.32, Cirebon, Indonesia
Contact
General Manager:
Mr. Pamudji Sugiarto
Sales Manager:
Ms. Niken Damayanti
Hotel Santika Cirebon
Jl. Dr. Wahidin No. 32 Cirebon 45122 Phone: (62-231) 200570, 200662, 200575 Fax: (62-231) 200482
Email:
cirebon@santika.com
Reservation
reservation@cirebon.santika.com
Sales & Marketing
salesmarketing@cirebon.santika.com


Hotel Patra Cirebon
Alamat: Jl. Tuvarev 11, Cirebon, Indonesia

HOTEL PERMATA HIJAU
Jl Veteran 32 CIREBON Telp. (0231) 200215

HOTEL CIREBON PLAZA
Jl RA Kartini 64 CIREBON Telp. (0231) 202062

HOTEL SINAR JAYA
Jl Stasiun 47 CIREBON Telp. (0231) 200894

HOTEL LANGENSARI
Jl Siliwangi 127-129 CIREBON Telp. (0231) 201818

HOTEL APITA GREEN
Jl Tuparev 323 CIREBON Telp. (0231) 200748

HOTEL PINUS
Jl Veteran 32 CIREBON Telp. (0231) 232322

HOTEL CORDOVA
Jl Siliwangi 87-89 CIREBON Telp. (0231) 204677

HOTEL SLAMET
Jl Siliwangi 95 CIREBON Telp. (0231) 203296

HOTEL MELATI
Jl Pekalipan 62 CIREBON Telp. (0231) 202964

HOTEL ASIA
Jl Kalibaru Slt 15 CIREBON Telp. (0231) 202183

HOTEL PRIANGAN
Jl Siliwangi 108 CIREBON Telp. (0231) 202929

HOTEL DUTA
Jl Raya Beber 22 CIREBON Telp. (0231) 234767

HOTEL SRIKANDI
Jl Tuparev 46 CIREBON Telp. (0231) 206336

HOTEL NIAGA
Jl Kalibaru Slt 49 CIREBON Telp. (0231) 201731

HOTEL ASRI
Jl Karang Getas 25-27 CIREBON Telp. (0231) 210900

HOTEL PRIMA CIREBON
Jl Siliwangi 107 2nd Fl CIREBON Telp. (0231) 205411

HOTEL FAMILI
Jl Siliwangi 66 CIREBON Telp. (0231) 207935

HOTEL SUBUR
Jl Kolektoran 18 CIREBON Telp. (0231) 203326

HOTEL NOER
Jl Pekalangan 118 CIREBON Telp. (0231) 209123

HOTEL AURORA
Jl RA Kartini 27 CIREBON Telp. (0231) 204541


=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 3333 7398. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 3333 7398. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================

HOTEL PRIMA
Jl Siliwangi 107 CIREBON Telp. (0231) 208573

HOTEL FANTASIA
Jl Raya Beber Km 10 CIREBON Telp. (0231) 231796

HOTEL SUNYARAGI
Jl Evakuasi 65 CIREBON Telp. (0231)484448

HOTEL OMEGA
Jl Tuparev 20 CIREBON Telp. (0231)202585

HOTEL BARU
Jl Kalibaru Slt 3 CIREBON Telp. (0231)201728

HOTEL RAHAYU
Jl Moh Toha 45 CIREBON Telp. (0231)200322

HOTEL GHRARIA
Jl Raya Beber Gg Patapan CIREBON Telp. (0231)242328

HOTEL TRYAS
Jl RA Kartini 86 CIREBON Telp. (0231)232833

HOTEL PADMA INDAH
Jl Rajawali Raya 329 RT 003/011 CIREBON Telp. (0231)232818

HOTEL BENTANI
Jl Siliwangi 69 CIREBON Telp. (0231)203246

HOTEL ROSLITASARI
Jl Brigjen Darsono 8 CIREBON Telp. (0231)204366

HOTEL GUNUNGSARI
Jl Tentara Pelajar 93 CIREBON Telp. (0231)237685

HOTEL WISMA RAJAWALI
Jl Rajawali Brt II 5 CIREBON Telp. (0231)206326

HOTEL PALAPA
Jl Stasiun 8 CIREBON Telp. (0231)202380

HOTEL BERINGIN TRANSIT
Jl Dr Wahidin Sudirohusodo 74 CIREBON Telp. (0231)202387

HOTEL SANTIKA
Jl Dr Wahidin Sudirohusodo 32 CIREBON Telp. (0231)200570

HOTEL IMPERIAL
Jl Darsono Kec Cirebon Brt 72 RT 024/05 CIREBON Telp. (0231)207750

HOTEL ZAMRUD
Jl Dr Wahidin Sudirohusodo 46 A CIREBON Telp. (0231)246201

HOTEL PATAPAN JAYA
Jl Gronggong Km 10 CIREBON Telp. (0231)489752

HOTEL BUMI ASIH CIREBON
Jl Dr Wahidin Sudirohusodo 52 CIREBON Telp. (0231)200667

HOTEL SARE SAE
Jl Siliwangi Baru 70-Kb CIREBON Telp. (0231)206004

HOTEL INTAN
Jl Karang Anyar 36 CIREBON Telp. (0231)244788

HOTEL PATRA JASA
Jl Tuparev 11 CIREBON Telp. (0231)209400

HOTEL SETIA
Jl PJKA 1222 CIREBON Telp. (0231)207270

HOTEL CAHAYA MURNI
Jl Cemara D Teduh 43 CIREBON Telp. (0231)202848

HOTEL KHARISMA INTERNATIONAL
Jl RA Kartini 60 CIREBON Telp. (0231)202295

HOTEL PENTA CIREBON
Jl Syarief Abdurahman 159 CIREBON Telp. (0231)203328

HOTEL SIDODADI
Jl Siliwangi 72 CIREBON Telp. (0231)204821

HOTEL CIREBON INDAH
Jl Tuparev Km 3 CIREBON Telp. (0231)210140

HOTEL KUNINGAN
Jl Lawanggada CIREBON Telp. (0231)231248

HOTEL PERMATA HIJAU
Jl Veteran 32 CIREBON Telp. (0231)200215

HOTEL SINAR JAYA
Jl Stasiun 47 CIREBON Telp. (0231)200894

HOTEL CIREBON PLAZA
Jl RA Kartini 64 CIREBON Telp. (0231)202062


=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistikaolah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 3333 7398. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 3333 7398. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================



Daftar Hotel Murah di Cirebon

Berikut ini daftar hotel dan penginapan murah di Cirebon dan sekitarnya. Bagi yang sedang mencari info penginapan serta hotel murah di Cirebon, bisa disimak berikut ini.

Pada daftar hotel di Cirebon dibawah ini tidak semuanya ada rate harganya. Jadi untuk lebih jelasnya bisa hubungi aja dulu pihak hotelnya by phone. Tanya-tanya berapa harga kamar untuk semalamnya. :)

Apita Hotel
Jl. Tuparev No. 323
Telepon : +62-231-200748 / +62-231-200728

Asia Hotel
Jl. Kalibaru Selatan No. 15
Telepon : +62-231-202183

Asri Hotel
Jl Karang Getas 25-27
Telepon : 0231-210900 fax 0231-2017290

Bentani Hotel
Jl. Siliwangi No. 69
Phone : +62-231-203246 / +62-231-207527

Cirebon Plaza Hotel
Jl. RA. Kartini 64, Cirebon
Phone : +62-231-202062/ +62-231-204258

Cordova Hotel & Restoran
Jl. Siliwangi No. 87-89, Cirebon
Telepon : +62-231-204877 / +62-231-201506

=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 3333 7398. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 3333 7398. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================

Hotel Trijaya
Jl. Aria Banga (Seberang Carrefour)
Room Rates :
Standar (Double bed ) Rp 125.000,00
Deluxe (Single Bed ) Rp 150.000,00
Extra Bed Rp 60.000,00

Hotel Mega
Jl. Kusnan no.101 Cirebon 45121
Telp./Fax : 0231-209332
Room rate :
Deluxe -> Rp 181.500,-
Standard -> Rp 163.350,-

Omega Hotel
Jl. Tuparev No. 20
Phone : +62-231-202585 / +62-231-204888

Patra Jasa Hotel
Jl. Tuparev No. 11

Room rate : -+ Rp 400ribuan
Phone : +62-231-209400 / +62-231-207696

Rajawali Hotel(Wisma)
Rajawali Barat II Street 5
Telp. : (0231) 206326

Santika Hotel
Jl. Dr. Wahidin No. 32
Telp. : +62-231-200570 / +62-231-200482

Zamrud Hotel
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 46-A Cirebon

Telp. 0231-246201 - Fax. 0231-246202
Room rate : Rp 200.000 - Rp 895.000,-
Website : http://www.zamrud-hotel.com/

(diambil dari berbagai sumber)

Bagi yang mau menambahkan, silahkan komentar di bawah ini. saya akan sangat berterima kasih sekali, sehingga bisa membantu rekan2 lain yang sedang mencari informasi ini. terima kasih.

Continue -->>

Daftar 150+ Tempat Makan Kuliner di Cirebon Jawa Barat

Daftar 150+ tempat makan kuliner di Cirebon

Setelah sebelumnya saya membuat postingan berbagai tempat makan yang ada di Semarang, untuk kali ini saya coba membuat tempat kuliner favorit yang ada di kota Cirebon dan sekitarnya. Cirebon memang dikenal dengan bermacam makanan traditional dan jajanan khasnya mulai dari nasi Jamblang, nasi lengko, tahu gejrot, empal gentong dan lainnya. Meskipun demikian daftar tempat kuliner ini juga mencakup tempat makan masakan nasional lainnya. Informasi ini saya rangkum dari berbagai sumber untuk memudahkan pembaca untuk mencari tempat kuliner yang ada di kota tersebut dan saya akan berusaha untuk tetap meng-up date apabila ada informasi yang terbaru. Namun sebelumnya saya mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama tempat dan alamat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat…


1. Ayam Goreng KARTIKA, Perumnas Gunung (sebelum RS Putra Bahagia dari arah Jl. By Pass)

2. Ayam Bakar / Goreng BAHAGIA, Jl. Bahagia

3. Ayam Goreng PAK JOKO, Jl. Pekarungan (pake gondangan)

4. Ayam Bakar PAGONGAN, Jl. Pagongan

5. Ayam Bakar ALAS DEMANG, Jl. Kebon Balok

6. AMOEBA Band Cafe, Jl. Sasana Budaya No. H 3

7. Bakso SAHABAT, Pasar Minggu Palimanan kab. Cirebon

8. Bakso PAK KUMIS (Mas Nono), Jl. Kesunean (sblh kantor Angkatan Laut)

9. Bakso BATU CELEK, Jl. Siliwangi (sebelah Bank Jabar)

10. Bakso PAK TOTO, Jl. Cipto & Jl. Tuparev

11. Bakso PANGHEGAR, Jl. Evakuasi

12. Baso PAK AGUS, Jl. Moh Toha

13. Baso Ceker PAMITRAN, Pamitran (dekat TK Kristen – belakang Gunung sari)

14. Baso Yamien PENGAMPON 22, Jl. Pengampon 22 (dpn SD. Pengampon)

15. Baso Yamin KARANG PARIS, Jl. Fatahilah – Pasar Plered,

16. Baso Cikalahang, Cikalahang – dukuh Puntang Cirebon

17. Baso MANG ITA, Pasar Gunung Sari

18. Baso KLIWON, Sindanglaut – depan kantor pos

19. Batagor BANDUNG, Jl. Karanggetas (seberang Toserba Surya)

20. Bebek Bakar INDRAMAYU RAYA – Bi Rubes, Jl. Tuparev – depan SMEA/SMK 1 (buka 6 sore – 11 malam)

21. Bubur Ayam MOH. TOHA, Jl. Muhammad Toha

22. Bubur Sop MANG IPIN, Keragilan – Plumbon,

23. Bubur Bandung (RM. Sederhana), Jl.Siliwangi (sebelah Bank Niaga seberang Yogya Dept.Store)

24. Bubur Sop Ayam KEPONGPONGAN, Jl. Pangeran Cakrabuana Ds. kepongpongan (Sebelah barat Jembatan Merah)

25. Bubur Ayam khas Cirebon MANGGA KERSA (Bpk. M. KAPI), Jl. Tentara Pelajar

26. Cafe PEOPLE TWINS, Jl. Pandesan Ds Jagapura

27. Cafe ANYELIR, Jl.Tuparev – depan Taman Kak Seto

28. DEWA-DEWI Seafood, Jl. Tentara Pelajar No.9 Gunung Sari

29. DEPOT NASI JAMBLANG, Belakang Pasar Jamblang

30. Empal Gentong MANG DHARMA, Gunung Sari

31. Empal Gentong BU DHARMA, Jl. Wahidin, seberang Lapangan Krucuk

32. Empal Gentong PUTRA MANG DHARMA, Jl. Pandesan

33. Empal Gentong MANG MUL, Jl Karanggetas – samping Nasi Lengko H Barno,

34. Empal Gentong MANG KHASAN, Kec. Jamblang – depan bekas bioskop Arjuna

35. Empal Gentong PLERED, Jl. Plered – seberang dealer motor Honda.

36. EMPAL ATUN’S, Jl. Cipto No. 1

37. Es Campur MEDAN, Jl. Siliwangi,

38. Es KARTINI, Jl. Kartini – deket rel Kereta

39. Gado-gado AMPERA, Jl. Ampera


=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 71088944. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 71088944. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================

40. Gado-gado GUNUNG SARI, Jl. Klayan

41. Gado-Gado KANOMAN, Pasar Kanoman,

42. GEBANG FRESH Seafood, Jl. Kesambi (Ex Polres)

43. GUNUNG SARI Steak & Spaghetti / GS STEAK, Grage Mall Lt.2,depan Gilda Kids Fun & di Tenda CSB (Cirebon Super Block)

44. HAPPY CHICKEN, Jl. Bahagia depannya Roy Cell

45. Ikan Bakar CIKALAHANG, Desa Cikalahang Kabupaten Cirebon – dekat Sumber.

46. Kedai “SACI” (Sate Kelinci), Pangkalan Elf Krucuk – dari Jl. Wahidin sebelum pintu kereta

47. Ketoprak MANG ALEX, Pancoran dekat Rumah Alam

48. Ketoprak CIDENG, Jl. Cideng Raya depan Kantor Desa Kertawinangun

49. Lotek CEU MINI, Jl. Sunyaragi (bunderan lampu merah Sunyaragi / Dr. Cipto)

50. MOEL Seafood, Jl. Kalibaru Utara

51. MAGNA Restaurant, Jl.Bahagia No. 56 – 58

52. Martabak PAK MUHAMMAD, Jl. Karanggetas

53. Martabak SINAR BULAN, Jl. Kalibaru dekat Pasar Pagi

54. Martabak SAN FRANCISCO, Jl. Bahagia

55. Martabak CANADA, Jl. Kesambi – Samping Apotik Azimat

56. Martabak Bandung RUDI, Jl. Pagongan – depan Yogya baru (sebelah pos polisi)

57. Martabak MEDAN, Jl. Ciremai Raya – Perumnas Cirebon

58. Martabak BANGKA, Jl. Lawanggada (deket perlintasan KA)

59. Martabak BANGKA, Pasar Plered – arah ke Sumber

60. Martabak TELUK BAYUR, Jl. Lawanggada

61. MANDIRI Chinese Food, Jl. Kartini

62. Mie Ayam JOGJA RAJAWALI, Jl. Perumnas Cirebon – depan Jogya Rajawali

63. Mie Ayam TING TUNG, Jl. Perjuangan (depan Kampus STAIN Cirebon ) & Pusat Grosir Cirebon (PGC) lantai 3

64. Mie MURNI, Jl. Pasuketan – seberang KFC, Cirebon Mall

65. Mie Goreng Cab. BAGYO, Jl. Ciremai depan SMA 3

66. Mie Goreng Jawa “PETRUK”, Jl. Lemahwungkuk – deket balai desa

67. Mie Koclok JATIMERTA, Jl. Sunan Gunung Jati – desa Jatimerta

68. Mie Koclok MANG SAM, Jl. Pekiringan Gg. Lawanggede No. 4

69. Mie Koclok MAS EDI, Jl. Lawanggada

70. Mie Koclok MANG USUP, Jl. Pekarungan (dekat Masjid Merah Panjunan)

71. Mie Koclok PAK RASITA, Desa Gombang Blok Sawa Jaba Kec. Plumbon

72. Mie MANG ITA, Pasar Gunung Sari

73. MR. HOTDOG, Puri Indah Regency 26

74. MORO KANGEN, Jl. Perjuangan, Sunyaragi

75. Nasi Lengko H. BARNO, Jl. Pagongan, Cirebon (Jam buka 6.00 – 21.00)

76. Nasi Lengko IBU ODAH, Jl. Pekalangan – depan Toko Besi

77. Nasi Ati SANTA, Jl Sisingamangaraja – dpn sekolah St. Maria

78. Nasi Jamblang SAMSON, Jl. Pekiringan – depan Pasar Balong (Jam buka 16.00 – 18.00)

79. Nasi Jamblang MANG DOEL, Jl. Gunung Sari – seberang Grage Mall (Jam buka 4.00 – 14.00)

80. Nasi Jamblang PELABUHAN, Pintu Masuk Barat Area Pelabuhan

81. Nasi Jamblang IBU NOER, Jl. Tentara Pelajar

82. Nasi Gudeg IBU MENIK, Jl. Raya Cermai (trotoar SMP 7)

83. Nasi Kuning CIPTO, Jl. Ciptomangunkusumo

84. Nasi Langgi KEBON SYARIF, Jl. Bahagia – sebelah Ayam Goreng Bahagia

85. Nasi Langgi PANJUNAN, Jl. Panjunan

86. Nasi Goreng MANG ASEP, Jl. Tuparev (depan rumah makan Ampera)

87. Nasi Goreng KARTINI, Jl. Kartini – depan Pizza Hut

88. Nasi Goreng & Capcay EVAKUASI, Jl. Evakuasi – dpn Kantor Pajak

89. Nasi Goreng MARNO, Jl. Pagongan

90. Nasi Goreng KLANGENAN, Jl. Raya Jamblang – dekat gereja

91. Nasi Goreng OTOKOWOK, Jl. Kalibaru dekat Pasar Pagi

92. NJ Restaurant & Ice Cream, Jl. Tangkil

93. PATTISERIE – HOMEMADE, Puri Indah Regency

94. Pempek PUJAMARI, Jl. Kanoman

95. Pempek 99, Jl. Bahagia

96. Pisang Goreng BU ENDANG, Jl. Gunung Galunggung III / D23

97. RM. BANDUNG, Jl. Pasuketan

98. RM. DAPUR MAMA, Jl. Pasuketan

99. RM. PRINGGODANI, Jl.Kartini – depan Hotel Kharisma,

100. RM. Padang SAKATO, Samping Terminal Harjamukti Cirebon

101. RM Padang SIMPANG RAYA, Jl. Kartini – depan Hotel Cirebon Plaza

102. RM Padang MINANG SEPAKAT, daerah Pasar Pagi – PGC, depan gereja,

103. RM. SINAR BUDI, Samping Cirebon Mall,

104. RM. MIMI CHOICE, Jl. Dr Wahidin 24 B – depan Garda Oto

105. Rujak PANDESAN, Jl. Pandesan

106. Restoran PRINGSEWU, Jl. Raya Pantura Cirebon – Tegal Km.14

107. Restoran JUMBO (Chinese Food), Jl. Siliwangi sebelah Yogya Department Store

108. Roti Bakar GOLDEN, Kalibaru Selatan

109. Roti Bakar KALVARI, Jl. Pekiringan dekat Apotik Pasar Balong

110. Roti Bakar MICKY MOUSE, Jl. Pekarungan

111. Sambel Asem KUNTILANAK, Jl. Raya Klayan (sebelum Vila Intan II)

112. Sate BANG AYUN& BANG HERMAN, Depan KFC Hero, setelah SMPN 15 & Jl.Tuparev – depan CBC

113. Sate SAKUD, Jl. Megu – Sumber

114. Sate KALONG AMPERA, Jl. Ampera

115. Sate Kambing RONI, Jl. Ampera, Gn. Sari

116. Sate Kambing KADIMA, Pekiringan depan Soto Babat Maman

117. SHINTA MANISAN (Pusat Oleh-oleh), Jl. Lemahwungkuk

118. Sate Kambing ALEX GONDRONG, Jl. Kesambi – depan penjara

119. Steak AL-GIFT, Jl.Moh. Toha

120. SHUME’S FOODS, Food Courts Asia Toserba lantai 3

121. Soto Babat MAMAN, Jl. Pekiringan

122. Soto Kudus PAK BROTO, Pasar Kanoman

123. Swieke CILEDUK, Bandengan – Mundu Pesisir

124. Toko Roti LA PALMA, Jl. Siliwangi

125. Toko Roti RUBY, Jl. Gunungsari

126. Toko Roti BOUNCHERY, Jl. KS.Tubun (Pamitran)

127. Telor Pedas PETRATEAN, Jl. Petratean (Jam buka 06.00)

128. VEMOU, Grage Mall Cirebon

129. Warung BU PURI, Lt. 2 Pasar Pagi Belakang PGC

130. Warung Makan MBA TUTIN, Jl. Walet No.15 Widarasari 3 Tuparev

131. Warung Nasi AMPERA, Jl. Siliwangi No. 247 & Jl. Tuparev 54

132. Warung HITAM PUTIH, Jl. Pemuda

133. Warung BU EMAH, Jl. Dr. Cipto No. 36

134. Warung SS (SPECIAL SAMBAL), Jl. Ampera

135. Warung DOCANG KESAMBI, Jl. Kesambi Raya – deket rel kereta api

136. Warung IBU GHANI, Jl.Raya Cirebon – Bandung KM.15

137. Warung Makan IBU JUJU, Jl. Arya Kemuning – depan Puskemas Arya Kemuning

138. Toko Roti ORIENTAL, Jl. Pekalipan

139. Restaurant GRAND ESTERN, Jl. Bahagia

140. Restaurant GRAND PALACE, Jl. Kartini

141. MARINA Restaurant, Jl. Karanggetas (Yogya Grand)

142. Empal Gentong MANG MUL, Jl. Raya Plered (depan dealer Honda)

143. Roti Oriental di Jl. Pekalipan

144. Nasi goreng di Jl. Parujakan enak lho,

145. Baso di jl. Pegajahan

146. Restaurant Grand Estern Jl. Bahagia

147. Grand Palace Jl. Kartini

148. Marina Restaurant Jl. Karanggetas (Yogya Grand)

149. Nasi lengko pasar balong depan toko samson

150. Sate Pak Suta di desa lengkong dibawah kaki gunung kuda, pemandangannya lumayan

151. Bubur sop ayam Bu Saryamah di kramat

Ada info lagi?? silahkan komentar di bawah ini. makasih yaaa :)

Continue -->>

Kamis, Januari 14, 2010

Batik Cirebon MegaMendung.Com Diskon GEDE upto 50%

Dalam rangka Soft Launching MegaMendung.Com & menyambut tahun baru 2010

Batik MegaMendung.Com bagi-bagi DISKON
YAA… dapatkan DISKON GUEDEE upto 50%

Akhirnya…..kini hadir…. KATALOG PRODUK
Produk-produk Batik MegaMendung.com yang antik & unik…

Dapatkan diskon 10% apabila Anda membeli 1 pcs

Diskon 30 s.d 50% berlaku HANYA untuk pembelian minimal 2 pcs

Dapatkan Diskon Tambahan 20% dibatasi hanya untuk 20 RESELLER/AGEN yang mendaftar mulai tgl 8 Jan 2010. Siapa cepat dia dapat.

Periode diskon s.d tgl 31 Januari 2010



Ingin tahu bagaimana uniknya Batik MegaMendung.Com? klik aja KATALOG PRODUK DISIN
*****DICARI AGEN / RESELLER DI SELURUH INDONESIA*****


www.MegaMendung.com [ Bati Antiq & Unique ]

www.bengkeldata.com [ Analisa Data Statistik (Skripsi,Tesis), RISET PASAR ]


http://tahugezrot.blogspot.com [Motivasi, CPNS, Lowongan Kerja, Kuliner, Humor]

Batik Cirebon, Grosir Batik Murah, Cirebon heritage

Continue -->>

Senin, November 03, 2008

Batik Cirebon, Khas Wajah Tradisional

Menyusuri jalan di Kota Cirebon, Jawa Barat, kita akan banyak menjumpai deretan batik yang dipajang di setiap etalase toko. Berbagai corak dan motif batik ditawarkan. Tapi dari sekian banyak motif tersebut, ada dua jenis batik yang paling dicari pembeli. Jenis Pesisiran dan Keratonan. Batik pesisiran memiliki corak berbeda-beda, misalnya batik bercorak bethetan Kedung Wuni Pekalongan, motif sarung cirebonan, dan bethetan Demak. Sedangkan batik Keratonan biasanya berwarna coklat soga atau keemasan dan hitam. Batik Keratonan biasanya bermotif ganggang.

Katura, pemilik bengkel batik di Cirebon mengatakan, biasanya konsumen lebih senang membeli batik jenis Keratonan. Sebab batik jenis ini memiliki corak yang menonjolkan wajah tradisional. Lelaki yang sejak kelas IV sekolah dasar sudah membatik ini menjelaskan, batik Cirebonan atau yang juga dikenal dengan sebutan Batik Trusmi memiliki corak berbeda dengan batik asal Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan kota-kota batik lainnya di Indonesia.

Menurut Katura, batik Solo atau Yogyakarta cenderung bercorak pada keagungan dan keluwesan sehingga bentuknya halus dan indah. Batik Pekalongan memiliki corak banyak warna dengan variasi sedemikian rupa sehingga membentuk daya tarik tersendiri yang indah dan menarik. Sedangkan batik Cirebon, selain menonjolkan wajah tradisional juga berkarakter agresif dan sedikit warna. Dua corak batik Cirebon yang terkenal–yang kental dengan warna coklat, hitam, dan krem–adalah motif Singa Wadas dan motif Mega Mendung yang kaya dengan warna merah, biru, violet, dan keemasan. Corak batik Singa Wadas adalah corak resmi kesultanan Cirebon (Kasepuhan) yang memperlihatkan bentuk Singa Barong dari keraton Kasepuhan.

=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 71088944. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 71088944. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================

Di samping perkembangan motif, Katura juga memaparkan proses pembuatan batik. Pria yang mengoleksi beberapa batik berumur ratusan tahun ini mengatakan, kini terjadi pergeseran pembuatan batik seiring ditemukannya berbagai obat kimia yang membantu proses pewarnaan dan pencelupan. Pada zaman dahulu lebih banyak dipergunakan zat pewarna alam karena zat kimia masih sangat terbatas. Namun, zat warna alam ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah warna tahan lebih lama dan tidak merusak lingkungan, sedangkan kekurangannya sukar dalam hal prosesnya dan hanya sedikit menghasilkan variasi warna.

Pewarnaa zat kimia juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Kekurangannya adalah dampak yang dihasilkan tak ramah lingkungan. Sementara kelebihannya terletak pada proses pembuatannya. Bahannya mudah didapat, proses singkat, dan banyak memiliki variasi warna. Sementara mengenai kualitasnya, Kutara mengatakan, tak jauh berbeda.

Selain batik, Kota Wali ini juga terkenal dengan beberapa jenis makanan khas, seperti nasi Jamblang dan tahu gejrot. Nasi Jamblang menjadi unik karena bentuk penyajiannya. Nasi ini biasanya berpiring daun jati dengan dikelilingi sederetan lauk, sambal goreng Cirebon, ikan asin, tahu, tempe, dan perkedel.

Sementara tahu gejrot adalah tahu yang disantap bersama saus kecokelatan. Tetapi, kebanyakan orang di Kota Udang menganggap nama itu diambil dari cara memberi saus yang digejrotkan–dikeluarkan- dari botol melalui lubang dengan cara dikocok-kocok. Biasanya penjual tahu gejrot menyediakan dua piring terbuat dari tanah liat seukuran telapak tangan orang dewasa. Piring pertama digunakan untuk tahu goreng yang sudah diiris-iris. Piring kedua berisi ramuan khas yang terdiri dari bawang merah, cabe, dan garam. Bumbu ini kemudian diulek lalu ditambahkan saus berupa campuran gula merah dan kecap tadi yang dibubuhi sambil digejrotkan.

Kecuali makanan khas di atas, ada pula makanan Cirebon lain yang berupa keringan yakni kerupuk udang, rangginang, emping, klitik (butiran jagung yang dipukul gepeng lalu digoreng dengan rasa asin dan manis), encrod (keripik singkong pedas), dan kerupuk melarat. Selain itu, masih ada jajanan lain yang bisa kita bawa pulang dari Cirebon, seperti rebon, ikan asin, petis udang, dan terasi. Namun, dari sekian banyak panganan itu, biasanya yang paling sering dicari orang adalah kerupuk melarat. Kerupuk ini biasanya berwarna kuning, merah, atau hijau. Terbuat dari tepung tapioka. Rasanya manis-manis asin. Disebut melarat, karena digoreng di atas pasir.

Sumber : Liputan6.com

Continue -->>

Jumat, Oktober 31, 2008

Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 Masehi, dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, membuatnya menjadi pelabuhan dan "jembatan" antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.
Sejarah
Menurut Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, Cirebon pada awalnya adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa, yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah desa yang ramai dan diberi nama Caruban (Bahasa Sunda: campuran), karena di sana bercampur para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, dan mata pencaharian yang berbeda-beda untuk bertempat tinggal atau berdagang.
Mengingat pada awalnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah sebagai nelayan, maka berkembanglah pekerjaan menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai serta pembuatan terasi, petis, dan garam. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon inilah berkembanglah sebutan cai-rebon (Bahasa Sunda:, air rebon) yang kemudian menjadi Cirebon.
Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman, Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan Nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya. Selain itu, Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat.
Perkembangan awal
Ki Gedeng Tapa
Ki Gedeng Tapa (atau juga dikenal dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati) adalah seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati, Cirebon. Ia mulai membuka hutan ilalang dan membangun sebuah gubug dan sebuah tajug (Jalagrahan) pada tanggal 1 Syura 1358 (tahun Jawa) bertepatan dengan tahun 1445 Masehi. Sejak saat itu, mulailah para pendatang mulai menetap dan membentuk masyarakat baru di desa Caruban.

Ki Gedeng Alang-Alang

Kuwu atau kepala desa Caruban yang pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalah Ki Gedeng Alang-alang. Sebagai Pangraksabumi atau wakilnya, diangkatlah Raden Walangsungsang, yaitu putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang, yang tak lain adalah puteri dari Ki Gedeng Tapa. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat, Walangsungsang yang juga bergelar Ki Cakrabumi diangkat menjadi penggantinya sebagai kuwu yang kedua, dengan gelar Pangeran Cakrabuana.

Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati)

Pangeran Cakrabuana (…. –1479)
Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Putera pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua bernama SubangLarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Nama kecilnya adalah Raden Walangsungsang, setelah remaja dikenal dengan nama Kian Santang. Ia mempunyai dua orang saudara seibu, yaitu Nyai Lara Santang/ Syarifah Mudaim dan Raden Sangara.
Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Subanglarang - ibunya), sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha. Posisinya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang ketiga Nyai Cantring Manikmayang.
Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa meninggal, Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya, melainkan lalu mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman, tampil sebagai "raja" Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon.

Sunan Gunung Jati (1479-1568)
Pada tahun 1479 M, kedudukannya kemudian digantikan putra adiknya, Nyai Rarasantang dari hasil perkawinannya dengan Syarif Abdullah dari Mesir, yakni Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang setelah wafat dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah dan bergelar pula sebagai Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah.
Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulailah oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten. Setelah Sunan Gunung Jati wafat, terjadilah kekosongan jabatan pimpinan tertinggi kerajaan Islam Cirebon. Pada mulanya calon kuat pengganti Sunan Gunung Jati ialah Pangeran Dipati Carbon, Putra Pangeran Pasarean, cucu Sunan Gunung Jati. Namun, Pangeran Dipati Carbon meninggal lebih dahulu pada tahun 1565.

Fatahillah (1568-1570)
Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melaksanakan tugas dakwah, pemerintahan dijabat oleh Fatahillah atau Fadillah Khan. Fatahillah kemudian naik takhta, dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja sejak tahun 1568. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun karena ia meninggal dunia pada tahun 1570, dua tahun setelah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung.

Panembahan Ratu I (1570-1649)
Sepeninggal Fatahillah, oleh karena tidak ada calon lain yang layak menjadi raja, takhta kerajaan jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Emas putra tertua Pangeran Dipati Carbon atau cicit Sunan Gunung Jati. Pangeran Emas kemudian bergelar Panembahan Ratu I dan memerintah Cirebon selama kurang lebih 79 tahun.

Panembahan Ratu II (1649-1677)

Setelah Panembahan Ratu I meninggal dunia pada tahun 1649, pemerintahan Kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama Pangeran Rasmi atau Pangeran Karim, karena ayah Pangeran Rasmi yaitu Pangeran Seda ing Gayam atau Panembahan Adiningkusumah meninggal lebih dahulu. Pangeran Rasmi kemudian menggunakan nama gelar ayahnya almarhum yakni Panembahan Adiningkusuma yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II.
Panembahan Girilaya pada masa pemerintahannya terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan, yaitu Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram. Banten merasa curiga sebab Cirebon dianggap lebih mendekat ke Mataram (Amangkurat I adalah mertua Panembahan Girilaya). Mataram dilain pihak merasa curiga bahwa Cirebon tidak sungguh-sungguh mendekatkan diri, karena Panembahan Girilaya dan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten adalah sama-sama keturunan Pajajaran. Kondisi ini memuncak dengan meninggalnya Panembahan Girilaya di Kartasura dan ditahannya Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya di Mataram.
Panembahan Girilaya adalah menantu Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Kerajaan Mataram (Islam). Makamnya di Jogjakarta, di bukit Giriloyo, dekat dengan makam raja raja Mataram di Imogiri. Menurut beberapa sumber di Imogiri maupun Giriloyo, tinggi makam Panembahan Giriloyo adalah sejajar dengan makam Sultan Agung di Imogiri.

Terpecahnya Kesultanan Cirebon

Dengan kematian Panembahan Girilaya, maka terjadi kekosongan penguasa. Sultan Ageng Tirtayasa segera menobatkan Pangeran Wangsakerta sebagai pengganti Panembahan Girilaya, atas tanggung jawab pihak Banten. Sultan Ageng Tirtayasa kemudian mengirimkan pasukan dan kapal perang untuk membantu Trunojoyo, yang saat itu sedang memerangi Amangkurat I dari Mataram. Dengan bantuan Trunojoyo, maka kedua putra Panembahan Girilaya yang ditahan akhirnya dapat dibebaskan dan dibawa kembali ke Cirebon untuk kemudian juga dinobatkan sebagai penguasa Kesultanan Cirebon.

Perpecahan I (1677)
Pembagian pertama terhadap Kesultanan Cirebon, dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya, yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Panembahan Cirebon pada tahun 1677. Ini merupakan babak baru bagi keraton Cirebon, dimana kesultanan terpecah menjadi tiga dan masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya.

Dengan demikian, para penguasa Kesultanan Cirebon berikutnya adalah:
Sultan Keraton Kasepuhan, Pangeran Martawijaya, dengan gelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin (1677-1703)
Sultan Kanoman, Pangeran Kartawijaya, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723)
• Pangeran Wangsakerta, sebagai Panembahan Cirebon dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713).
Perubahan gelar dari Panembahan menjadi Sultan bagi dua putra tertua Pangeran Girilaya ini dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa, karena keduanya dilantik menjadi Sultan Cirebon di ibukota Banten. Sebagai sultan, mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh, rakyat, dan keraton masing-masing. Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdiri sebagai kaprabonan (paguron), yaitu tempat belajar para intelektual keraton. Dalam tradisi kesultanan di Cirebon, suksesi kekuasaan sejak tahun 1677 berlangsung sesuai dengan tradisi keraton, di mana seorang sultan akan menurunkan takhtanya kepada anak laki-laki tertua dari permaisurinya. Jika tidak ada, akan dicari cucu atau cicitnya. Jika terpaksa, maka orang lain yang dapat memangku jabatan itu sebagai pejabat sementara.

Perpecahan II (1807)
Suksesi para sultan selanjutnya pada umumnya berjalan lancar, sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803), dimana terjadi perpecahan karena salah seorang putranya, yaitu Pangeran Raja Kanoman, ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan.
Kehendak Pangeran Raja Kanoman didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan keluarnya besluit (Bahasa Belanda: surat keputusan) Gubernur-Jendral Hindia Belanda yang mengangkat Pangeran Raja Kanoman menjadi Sultan Carbon Kacirebonan tahun 1807 dengan pembatasan bahwa putra dan para penggantinya tidak berhak atas gelar sultan, cukup dengan gelar pangeran. Sejak itu di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi, yaitu Kesultanan Kacirebonan, pecahan dari Kesultanan Kanoman. Sementara tahta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811).

Masa kolonial dan kemerdekaan

Sesudah kejadian tersebut, pemerintah Kolonial Belanda pun semakin dalam ikut campur dalam mengatur Cirebon, sehingga semakin surutlah peranan dari keraton-keraton Kesultanan Cirebon di wilayah-wilayah kekuasaannya. Puncaknya terjadi pada tahun-tahun 1906 dan 1926, dimana kekuasaan pemerintahan Kesultanan Cirebon secara resmi dihapuskan dengan disahkannya Gemeente Cheirebon (Kota Cirebon), yang mencakup luas 1.100 Hektar, dengan penduduk sekitar 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370). Tahun 1942, Kota Cirebon kembali diperluas menjadi 2.450 hektar.
Pada masa kemerdekaan, wilayah Kesultanan Cirebon menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara umum, wilayah Kesultanan Cirebon tercakup dalam Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, yang secara administratif masing-masing dipimpin oleh pejabat pemerintah Indonesia yaitu walikota dan bupati.
Perkembangan terakhir
Setelah masa kemerdekaan Indonesia, Kesultanan Cirebon tidak lagi merupakan pusat dari pemerintahan dan pengembangan agama Islam. Meskipun demikian keraton-keraton yang ada tetap menjalankan perannya sebagai pusat kebudayaan masyarakat khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Kesultanan Cirebon turut serta dalam berbagai upacara dan perayaan adat masyarakat dan telah beberapa kali ambil bagian dalam Festival Keraton Nusantara (FKN).
Umumnya, Keraton Kasepuhan sebagai istana Sultan Sepuh dianggap yang paling penting karena merupakan keraton tertua yang berdiri tahun 1529, sedangkan Keraton Kanoman sebagai istana Sultan Anom berdiri tahun 1622, dan yang terkemudian adalah Keraton Kacirebonan dan Keraton Kaprabonan.
Pada awal bulan Maret 2003, telah terjadi konflik internal di keraton Kanoman, antara Pangeran Raja Muhammad Emirudin dan Pangeran Elang Muhammad Saladin, untuk pengangkatan tahta Sultan Kanoman XII. Pelantikan kedua sultan ini diperkirakan menimbulkan perpecahan di kalangan kerabat keraton tersebut.

Sumber: wikipedia

Continue -->>

Senin, Oktober 20, 2008

Sejarah Indramayu



Sejarah putra Tumenggung Gagak Singalodra dari Bagelen Jawa Tengah bernama Raden Wiralodra yang mempunyai garis keturunan Majapahit dan Pajajaran, dalam tapa baratanya di kaki Gunung Sumbing mendapat wangsit.
"Hai Wiralodra apabila engkau ingin berbahagia berketurunan di kemudian hari, pergilah kearah matahari terbenam dan carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah disana, berhentilah dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana. Kelak tempat itu akan menjadi subur dan makmur serta tujuh turunanmu akan memerintah disana". Demikianlah bunyi wangsit itu.
R. Wiralodra ditemani Ki Tinggil dan berbekal senjata Cakra Undaksana. Tokoh-tokoh lain dengan pendiri pedukuhan dimaksud adalah Nyi Endang Darma yang cantik dan sakti, Aria Kemuning putra Ki Gede Lurah Agung yang diangkat putra oleh Putri Ong Tien istri Sunan Gunung Jati. Ki Buyut Sidum / Kidang Pananjung seorang pahlawan Panakawan Sri Baduga dari Pajajaran, Pangeran Guru, seorang pangeran dari Palembang yang mengajarkan Kanuragan dengan 24 muridnya.
Pedukuhan tersebut berkembang dan diberi nama "Darma Ayu" oleh R. Wiralodra yang diambil dari nama seorang wanita yang dikagumi karena kecantikan dan tkesaktiannya "Nyi Endang Darma", serta dapat diartikan "Kewajiaban Yang Utama" atau "Tugas Suci".
Pedukuhan Cimanuk yang diberi nama "Darma Ayu" yang kemudian berubah menjadi "Indramayu", setelah terbebas dari kekuasaan Pajajaran pada tahun 1527, diproklamirkan berdirinya oleh R. Wiralodra pada hari Jum'at Kliwon tanggal 1 Muharram 934H atau 1 Sura 1449 dan jatuh pada tanggal 7 Oktober 1527. Titimangsa tersebut resmi sebagai Hari Jadi Indramayu.
Setelah 1527, Daerah Indramayu terbagi dalam tiga propinsi meliputi :
Propinsi Singapura, meliputi sebelah timur sampai Sungai Kamal. Propinsi Rajagaluh, meliputi daerah tengah sampai Jati tujuh. Propinsi Sumedang, meliputi bagian barat sampai Kandanghaur.

=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 71088944. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 71088944. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================

Tahun 1681, mulai dikuasai kompeni.
Zaman pemerintahan Daenles (1806 - 1811) daerah sebelah barat sungai Cimanuk dimasukan dalam prefektur Cirebon Utara. Pada masa ini berada dalam kekuasaan kerajaan Demak. Tahun 1546 menjadi bagian kesultanan Cirebon.
Tahun 1615 sebelah timur Sungai Cimanuk menjadi bagian keultanan Cirebon dan bagian baratnya ermasuk dalam wilayah kerajaan Mataram.
Tahun 1681, mulai dikuasai kompeni. Zaman pemerintahan Daenles (1806 - 1811) daerah sebelah barat sungai Cimanuk dimasukan dalam prefektur Cirebon Utara. Pada zaman kompeni menjadi ajang masuk pertempuran segitiga antara kompeni, Mataran dan Banten. Tahun 1706, Indramayu jatuh kedalam kekuasaan kompeni Belanda seluruhnya seperti halnya dengan daerah-daerah lain, Indramayu mempunyai perjalanan yang sama berada dalam kekuasaan penjajahan.(*) sumber: jabar.go.id

Continue -->>

Hotel, Restoran, Bank di Indramayu

HOTEL & RESTAURANT
'
'
Daftar Hotel, Restaurant, Supermarket, Tempat Rekreasi dan Perbankan disekitar lokasi resepsi :
''
'
HOTEL

(note: Harga kamar +- Rp 70.000,- s.d 150.000,- per hari)
'
Hotel Kopsuka
Jl. MT. Haryono INdramayu
(0234) 272 492
'
Hotel New Trisula
Jl. DI Panjaitan No.77 Indramayu
(0234) 272 022- 272 685
'
Hotle Wiwi Perkasa
Jl. Tridaya No.2 Indramayu
(0234) 272 339
'
Hotel Prima Indramayu
Jl. D.I. Panjaitan No. 19 Indramayu 45123
Phone: (0234) 272867, Fax: (0234) 271543
E-mail. hpgindramayu@hotelprimagrup.com
http://www.hotelprimagroup.com/indramayu/index.html
'
Hotel Indah Lestari
INDRAMAYU -Jln. Jend. Sudirman
+62-234-271973
'
Hotel Handayani
Jl. Kembar Bojongsari Indramayu
(0234) 271 789 - 271 790
'
Hotle Multiwisata
Jl. Kembar Bojogsari Indramayu
(0234) 271 910- 271 900
'
Hotel Garuda 1,2,3
Jl. Jendral Sudirman Indramayu
(0234) 272 764- 272 201
'
Hotel Wisma Rini
Jl. Jendral Sudirman Indramayu
(0234) 272 428
'
Hotel Banjarsari
Jl. Banjar Jatibarang
(0234) 351 888- 351 555
'
Hotel Prambanan
Jl. Siliwangi Jatibarang
(0234) 351 359- 351 478
'
Hotel Aneka Baru
Jl. Siliwangi Jatibarang
(0234) 351 129
'
Hotel Sejahterabadi
Jl. Raya Bulak Jatibarang
(0234) 351240
'
Hotel Dharma Wisata
Jl. Raya Patrol Sukra
(0234) 610 305
'
Hotel Sederhana Baru
Jl. Tuparev Jatibarang
(0234) 351 462
'
Hotel Sumber Mulya
Jl. Tuparev Jatibarang
(0234) 351 150
'
Hotel Sariratu
Jl. Raya Santing Losarang
(0234) 505 726
'
Hotel Tirtaloka
Jl. Tirtaloka Haurgeulis
(0234) 742 636
'
Penginapan Purnama
Jl. Jati Haurgeulis
(0234) 741 848
'
Penginapan Sampurna
Desa Sukajati Haurgeulis
(0234) 741 273
'
'
RESTAURANT
'
Kuning Ayu
Jl. Letjend. Suprapto Indramayu
(0234) 271 814
'
Rumah Makan Sate Barokah
Jl. Letjend. Suprapto Indramayu
(0234)
'
Rumah Makan Langgen Asih
Kelurahan Karanganyar Indramayu
'
Rumah Makan Sari Rasa
Jl. Jendral Ahmad Yani Indramayu
'
Rumah Makan Om Castra
Kelurahan Margadadi Indramayu
(0234) 272 841
'
Rumah Makan Echa
Jl. Veteran Indramayu
(0234) 700 8472
'
Rumah Makan Ikan Bakar
Jl. Siliwangi Indramayu
'
Rumah Makan Ibu Seha
Jl. Jend. Sudirman 53 Indramayu
(0234) 271 737
'
Rumah Makan Ikan Bakar Denok
Jl. Jend. Sudirman Indramayu
'
Rumah Makan Si Kumbang
Jl. Jend. Sudirman Indramayu
'
Rumah Makan Trio
Jl. Jend. Sudirman Indramayu
'
California Fried Chicken (CFC)
Jl. Jend. Sudirman Indramayu
'
Rumah Makan Padang Simpang Raya
Jl. Jend. Sudirman No. 187 Indramayu
(0234) 271 830
'
Siang Malam Baru
Desa Juntinyuat
(0234) 428 565
'
Sate Mang Rum
Desa Juntinyuat
'
Harapan Jaya
Desa Pringgacala Karangampel

=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 71088944. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 71088944. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================


Rumah Makan Seruni
Jl. Raya Toang Tambi Indramayu
081 320 770 888
'
Rumah Makan Lestari
Desa Tambi Sliyeg Indramayu
'
Rumah Makan Hj. Lilik Putra
Desa Sudikampiran Sliyeg
'
Sate Bapuk
Desa Sudikampiran Sliyeg Indramayu
'
Rumah Makan Siang Malam Baru
Jl. Raya Lohbener No.31 Celeng Indramayau
081 564 6968
'
Mahkota Jaya II
Desa Lohbener
'
Rumah Makan Taman Selera
Jl. Raya Losarang Indramayu
(0234) 505 668
'
Kendali
Desa Larangan
'
Nok Titin
Desa Kiajaran Kulon Lohbener
'
Rumah Makan H. Suka
Jl. Raya Langut Indramayu
(0234) 700 9495
'
Rumah Makan Siang Malam Baru
Jl. Raya Langut Indramayu
081 564 6968
'
Suad Puteri
Desa Langut Lohbener Indramayu
'
Rumah Makan Suka Putri
Desa Langut Lohbener Indramayu
'
Rumah Makan Arema
Desa Langut Lohbener Indramayu

Rumah Makan Abah Pantura
Jl. Raya Eretan Kulon Indramayu
081 3240 79999 - 081 2240 3041

'
Rumah Makan Boboko
Desa Eretan
'
Rumah Makan Dian Sari
Desa Sumuradem Sukra
'
Rumah Makan Sari Boga
Desa Sukra Wetan
''
Cafe Sendang Rasa
Jl. Raya Sukahaji Kec. Sukra
(0234) 610 399

Rumah Makan 'PERDUT'
Pantai Glayem
Terkenal dengan Ikan Bakar Laut, Cumi bakar & Udang Bakar. Rumah makan ini terletak persis di pinggir pantai glayem. Soal tarif per porsi masih terjangkau, untuk cumi bakar misalnya, sekilonya 'hanya' 50rebu, itu udah dapet 2 piring cumi bakar...mmm... Wis Pokoke mah 'Mak Nyuss...'
''

FASILITAS REKREASI ANAK
''
Time Zone
Yogya Departement Store
Jl. Jend. Sudirman Indramayu
(0234) 273 904
'
SANGGAR SENI
'
Sanggar Seni Mulya Bhakti
Desa Tambi Kidul Sliyeg
(0234) 352 031
'
Sanggar Seni Tari Topeng "Mimi Rasinah"
Jl. Raya Pekandangan Indramayu
081 790 82353
'

SUPERMARKET
'
Toserba Surya
Jl. Jendral Sudirman Indramayu
(0234) 2725 683
'
Toserba Yogya
Jl. Jendral Sudirman No. 48 Indramayu
(0234) 274 465- 66
'
Alfa Mart
Jl. Jendral Sudirman Indramayu
'
Tri M
Jl. Jendral Sudirman Indramayu

'
PERBANKAN


Bank BKPD
Jl. Siliwangi No.49/c Indramayu
(0234) 272 622
'
Bank Bukopin
Jl. Jendral Sudirman Indramayu
(0234) 272 306
'
Bank BCA
Jl. DI Panjaitan No.96 Indramayu
(0234) 272 801
'
Bank Danamon
Jl. Jend. Sudirman 106 Indramayu
(0234) 2721 737
'
Bank Jasa Artha
Jl. Letjend. Suprapto No.699/F Indramayu
(0234) 2721 821

Bank BNI
Jl. Jend. Sudirman No. 49 Indramayu
(0234) 271 666
'
Bank Panin
Jl. Jend. Sudirman Indramayu
(0234) 2721 048
'
Bank BRI
Jl. DI Panjaitan No. 277/c Indarmayu
(0234) 272 018
'
Bank Tabungan Pensiun Nasional
Jl. Jend. Sudirman No.154 Indramayu
(0234) 272 562

Continue -->>

Wisata & Budaya Indramayu

Indramayu memiliki potensi wisata yang lengkap, baik wisata Alam,wisata Agro dan Wisata Rohani.

Selain itu Indramayu kaya akan potensi seni dan budaya yang beragam serta trdisi lama yang amish hidup dan berkembang dimasyarakat seperti Upacara adat Ngarot dan Nadran.

Sintren

Sintren atau Lais merupakan salah satu kesenian rakyat yang masih tetap hidup dan berkembang dimasyarakat pesisir, terutama Pantai Utara. Selain nuansa magis, kurungan ayam, menjadi daya tarik dari kesenian Sintren. Juga alat musik yang khas berupa buyung, kendi dan bumbung atau batang bambu.

Tari topeng


Gerak tari yang khas, kostum yang berciri Topeng spesifik, membedakan tari Topeng Dermayon dibandingkan dengan daerah lain. Indramayu memiliki seorang maestro tari Topeng yaitu Ibu Rasinah (74 tahun) yang sudah banyak tampil di mancanegara.

Tarling
Tarling merupakan seni musik dan lagu yang pada awalnya ditampilkan dalam bentuk nyanyian (kiser) yang diiringi oleh gitar dan suling saja.
Sejalan dengan perkembangan zaman, kesenian tarling mengalami perkembangan dan perubahan yang cepat. Saat ini tarling sudah dilengkapi dengan alat-alat musik yang modern. Kendatipun demikian Tarling klasik masih banyak diminati oleh wisatawan.

Genjring akrobat
Salah satu jenis kesenian tradisional masyarakat Indramayu adalah merupakan pertunjukan berupa akrobat/atraksi dengan media tangga, sepeda beroda satu dan sebagainya.
Kesenian Genjring Akrobat dalam penyajiannya diiringi alat musik Genjring/Rebana dengan dilengkapi tari Rudat.

=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 71088944. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 71088944. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================

Wisata Kota
Monumen Kijang berdiri tegar dipersimpangan jalur jalan masuk ke kota Indramayu dari arah Cirebon, merupakan gambaran sejarah dari Kijang Emas yang menuntun dan menunjukan arah letak Pedukuhan di Muara Kali Cimanuk yang menjadi cikal bakal Kabupaten lndramayu.
Pusat kota atau dikenal Alun-alun, sekaligus sebagai pusat pemerintahan daerah merupakan centre point Kota Indramayu.

Pada sore hari terutama malam minggu kawasan ini menjadi ramai dikunjungi terutama oleh kawula muda. Pusat kota Indramayu dilintasi oleh sungai Cimanuk yang kini telah berubah menjadi taman kota.

Bekas sungai Cimanuk ini merupakan salah satu bukti sejarah pada awal masa pembangunan pedukuhan dimuara sungai Cimanuk oleh Raden Aria Wiralodra yang kini bernama Indramayu.

Indramayu merupakan Kota Pesisir dijalur Pantai utara yang merniliki posisi strategis yang sekaligus menjadi tempat transit, sehingga kota Indramayu menjadi persinggahan atau tempat tujuan wisata.

Untuk itu Kota lndramayu memiliki Hotel dan tempat peristirahatan yang cukup representatif untuk dikunjungi dan dinikmati yang dilengkapi pula dengan tempat hiburan yang berciri khas daerah Indramayu atau modern.

Cindera mata

Batik Tulis Paoman

Batik yang berciri khas pesisir, memiliki corak yang berbeda dengan batik daerah lainnya. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkungan kehidupan daerah pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar, seperti Cina, Arab dan Timur Tengah, Hindu-Jawa serta Eropa ikut mempengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir.

Industri kerajinan batik tulis ini terdapat di Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu dan Desa Terusan Kecamatan Sindang. Kualitas dari batik yang mem punyai ±200 motif ini telah mampu menembus pasaran internasional, terutama para kolektor batik dari mancanegara.

Kerajinan Bordir

Kerajinan bordir berkembang cukup pesat di Indramayu, terletak di Desa Sukawera, Kecamatan Widasari ±22 Km dari Kota Indramayu. Hasil produksinya mampu memenuhi permintaan pasar regional dan Nasional.

So, Indramayu merupakan daerah yang sangat menarik untuk dikunjungi bukan? Apalagi letaknya yang sangat strategis, disepanjang jalan pantura. Sembari anda menikmati perjalanan ke Jawa atau Jakarta, anda bisa mampir sejenak untuk menikmati kota Indramayu nan Asri. (*)

Continue -->>

Rabu, Oktober 15, 2008

Sejarah Singkat Cirebon




Mengawali cerita sejarah ini sebagai Purwadaksina, Purwa Kawitan Daksina Kawekasan, tersebutlah kerajaan besar di kawasan barat pulau Jawa PAKUAN PAJAJARAN yang Gemah Ripah Repeh Rapih Loh Jinawi Subur Kang Sarwa Tinandur Murah Kang Sarwa Tinuku, Kaloka Murah Sandang Pangan Lan Aman Tentrem Kawontenanipun. Dengan Rajanya JAYA DEWATA bergelar SRI BADUGA MAHARAJA PRABU SILIWANGI Raja Agung, Punjuling Papak, Ugi Sakti Madraguna, Teguh Totosane Bojona Kulit Mboten Tedas Tapak Paluneng Pande, Dihormati, disanjung Puja rakyatnya dan disegani oleh lawan-lawannya.
Raja Jaya Dewata menikah dengan Nyai Subang Larang dikarunia 2 (dua) orang putra dan seorang putri, Pangeran Walangsungsang yang lahir pertama tahun 1423 Masehi, kedua Nyai Lara Santang lahir tahun 1426 Masehi. Sedangkan Putra yang ketiga Raja Sengara lahir tahun 1428 Masehi. Pada tahun 1442 Masehi Pangeran Walangsungsang menikah dengan Nyai Endang Geulis Putri Ki Gedheng Danu Warsih dari Pertapaan Gunung Mara Api.
Mereka singgah di beberapa petapaan antara lain petapaan Ciangkup di desa Panongan (Sedong), Petapaan Gunung Kumbang di daerah Tegal dan Petapaan Gunung Cangak di desa Mundu Mesigit, yang terakhir sampe ke Gunung Amparan Jati dan disanalah bertemu dengan Syekh Datuk Kahfi yang berasal dari kerajaan Parsi. Ia adalah seorang Guru Agama Islam yang luhur ilmu dan budi pekertinya. Pangeran Walangsungsang beserta adiknya Nyai Lara Santang dan istrinya Nyai Endang Geulis berguru Agama Islam kepada Syekh Nur Jati dan menetap bersama Ki Gedheng Danusela adik Ki Gedheng Danuwarsih. Oleh Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang diberi nama Somadullah dan diminta untuk membuka hutan di pinggir Pantai Sebelah Tenggara Gunung Jati (Lemahwungkuk sekarang). Maka sejak itu berdirilah Dukuh Tegal Alang-Alang yang kemudian diberi nama Desa Caruban (Campuran) yang semakin lama menjadi ramai dikunjungi dan dihuni oleh berbagai suku bangsa untuk berdagang, bertani dan mencari ikan di laut.
Danusela (Ki Gedheng Alang-Alang) oleh masyarakat dipilih sebagai Kuwu yang pertama dan setelah meninggal pada tahun 1447 Masehi digantikan oleh Pangeran Walangsungsang sebagai Kuwu Carbon yang kedua bergelar Pangeran Cakrabuana. Atas petunjuk Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang dan Nyai Lara Santang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah.

=======================================
---IKLAN----IKLAN----IKLAN----IKLAN---

Beta Consulting ( Bengkeldata.com ) siap membantu perusahaan/perorangan dalam melakukan analisa data statistika, olah data penelitian , riset pasar dan konsultasi manajemen.

LAYANAN
1. Olah Data Statistika/ Analisa Data Penelitian : Uji Parametrik & Uji Non Parametrik, Time Series Analysis, Data Panel, Bootstrap, REGRESI, KORELASI, Multivariat, dll
2. Training Statistika : SPSS, Eview, SAS, Lisrel, Minitab, Amos
3. Riset Pasar
4. Management Consultancy

Hubungi:
Beta Consulting ( Bengkeldata.com )
Telp: (021) 71088944. HP: 0819 4505 9000. email : info@bengkeldata.com


Kini Telah Hadir Batik Cirebon Antik & Unik hanya di MegaMendung.Com
Hub: Telp: (021) 71088944. email : Batik@MegaMendung.com

Raja Kerupuk Udang Cirebon

www.RajaKerupukUdang.com

======================================

Pangeran Walangsungsang mendapat gelar Haji Abdullah Iman dan adiknya Nyai Lara Santang mendapat gelar Hajah Sarifah Mudaim, kemudian menikah dengan seorang Raja Mesir bernama Syarif Abullah. Dari hasil perkawinannya dikaruniai 2 (dua) orang putra, yaitu Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah. Sekembalinya dari Mekah, Pangeran Cakrabuana mendirikan Tajug dan Rumah Besar yang diberi nama Jelagrahan, yang kemudian dikembangkan menjadi Keraton Pakungwati (Keraton Kasepuhan sekarang) sebagai tempat kediaman bersama Putri Kinasih Nyai Pakungwati. Stelah Kakek Pangeran Cakrabuana Jumajan Jati Wafat, maka Keratuan di Singapura tidak dilanjutkan (Singapura terletak + 14 Km sebelah Utara Pesarean Sunan Gunung Jati) tetapi harta peninggalannya digunakan untuk bangunan Keraton Pakungwati dan juga membentuk prajurit dengan nama Dalem Agung Nyi Mas Pakungwati. Prabu Siliwangi melalui utusannya, Tumenggung Jagabaya dan Raja Sengara (adik Pangeran Walangsungsang), mengakat Pangeran Carkrabuana menjadi Tumenggung dengan Gelar Sri Mangana.
Pada Tahun 1470 Masehi Syarif Hiyatullah setelah berguru di Mekah, Bagdad, Campa dan Samudra Pasai, datang ke Pulau Jawa, mula-mula tiba di Banten kemudian Jawa Timur dan mendapat kesempatan untuk bermusyawarah dengan para wali yang dipimpin oleh Sunan Ampel. Musyawarah tersebut menghasilkansuatu lembaga yang bergerak dalam penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa dengan nama Wali Sanga
Sebagai anggota dari lembaga tersebut, Syarif Hidayatullah datang ke Carbon untuk menemui Uwaknya, Tumenggung Sri Mangana (Pangeran Walangsungsang) untuk mengajarkan Agama Islam di daerah Carbon dan sekitarnya, maka didirikanlah sebuah padepokan yang disebut pekikiran (di Gunung Sembung sekarang)
Setelah Suna Ampel wafat tahun 1478 Masehi, maka dalam musyawarah Wali Sanga di Tuban, Syarif Hidayatullah ditunjuk untuk menggantikan pimpinan Wali Sanga. Akhirnya pusat kegiatan Wali Sanga dipindahkan dari Tuban ke Gunung Sembung di Carbon yang kemudian disebut puser bumi sebagai pusat kegiatan keagamaan, sedangkan sebagai pusat pemerintahan Kesulatan Cirebon berkedudukan di Keraton Pakungwati dengan sebutan GERAGE. Pada Tahun 1479 Masehi, Syarif Hidayatullah yang lebih kondang dengan sebutan Pangeran Sunan Gunung Jati menikah dengan Nyi Mas Pakungwati Putri Pangeran Cakrabuana dari Nyai Mas Endang Geulis. Sejak saat itu Pangeran Syarif Hidayatullah dinobatkan sebagai Sultan Carbon I dan menetap di Keraton Pakungwati.
Sebagaimana lazimnya yang selalu dilakukan oleh Pangeran Cakrabuana mengirim upeti ke Pakuan Pajajaran, maka pada tahun 1482 Masehi setelah Syarif Hidayatullah diangkat menajdi Sulatan Carbon membuat maklumat kepada Raja Pakuan Pajajaran PRABU SILIWANGI untuk tidak mengirim upeti lagi karena Kesultanan Cirebon sudah menjadi Negara yang Merdeka. Selain hal tersebut Pangeran Syarif Hidayatullah melalui lembaga Wali Sanga rela berulangkali memohon Raja Pajajaran untuk berkenan memeluk Agama Islam tetapi tidak berhasil. Itulah penyebab yang utama mengapa Pangeran Syarif Hidayatullah menyatakan Cirebon sebagai Negara Merdeka lepas dari kekuasaan Pakuan Pajajaran.
Peristiwa merdekanya Cirebon keluar dari kekuasaan Pajajaran tersebut, dicatat dalam sejarah tanggal Dwa Dasi Sukla Pakca Cetra Masa Sahasra Patangatus Papat Ikang Sakakala, bertepatan dengan 12 Shafar 887 Hijiriah atau 2 April 1482 Masehi yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon. (dikutip dari www.kabcirebon.go.id)

Continue -->>

@ All Right reserved 2008. Edited By JuraganTAHU Design by usuario ^