Tampilkan postingan dengan label Bisnis Corner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Corner. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 10, 2012

Lowongan Kerja : Business Director, Business Manager di Asuransi Generali

DICARI PRIBADI Yang TANGGUH !!!

Yang ingin bekerja dibidang asuransi menjadi sebagai berikut :
1. AGENT Financial Consultant (FC)
2. Business Mgr (BM)
3. Business Director (BD)

GENERALI adalah Perusahaan Asuransi terbesar di dunia dari Italy, berdiri sejak 1831 sangat terkenal di Eropa karena produk asuransinya
yang dahsyat termasuk system proteksi investasinya dengan metode ARMS(Auto Risk Management System) dimana merupakan produk
satu-satunya yang dipatenkan untuk 20 tahun


Continue -->>

Selasa, Januari 11, 2011

Kolom Perencana Keuangan : Lakukan Investasi, Maka Anda Kaya

Kolom Perencana Keuangan : Lakukan Investasi, Maka Anda Kaya

Jakarta - Kita semua mengetahui bahwa aset adalah suatu yang sangat berharga dan manusia merupakan aset yang paling sangat berharga karena merupakan anugrah dari Tuhan Sang Pencipta. Jika dipilah, maka ada bermacam macam aset di muka bumi ini, namun yang dibahas disini hanya terbatas pada aset yang berhubungan dengan perencanaan keuangan utamanya aset finansial saja.

Berbicara mengenai penambahan aset, alangkah bijak jika kita melakukan evaluasi terhadap kekayaan (aset) bersih yang kita miliki. Aset atau kekayaan bersih adalah selisih dari total kekayaan atau harta yang anda miliki dikurangi oleh seluruh utang yang ada.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
H (Harta) - U (Utang) = KB (Kekayaan Bersih)

Lalu apa yang dimaksud dengan kekayaan alias harta itu?, adalah segala sesuatu materi yang anda miliki dan memiliki nilai jual (secara ekonomis), misalkan:
Saldo pada Bank (tabungan, deposito & giro);
Nilai pasar atas aset investasi (obligasi, reksa dana & saham);
Nilai pasar perhiasan emas murni (logam mulia);
Nilai tunai asuransi jiwa;
Nilai pasar property anda (perhitungannya adalah harga realisasi penjualan property sekelas dan terdekat + nilai jual objek pajak dibagi dengan 2);
Nilai pasar kendaraan (mobil, motor);
Nilai pasar peralatan rumah tangga (peralatan dapur, elektronik, dll);
Nilai pasar perabotan rumah (furniture), nilai barang pribadi, dll.

Kemudian apa yang dimaksud dengan utang?, adalah seluruh sisa pinjaman (pokok dan bunga) yang anda miliki (ingat pinjaman bukan penyertaan modal investasi dari pihak lain kepada anda), misalkan:
Utang jangka pendek (maksimal 1 tahun);
Jangka menengah diatas 1 tahun hingga 5 tahun;
Utang jangka panjang diatas 5 tahun.

Pertanyaan berikut adalah bagaimana cara meningkatkan aset tersebut?, lakukanlah investasi, berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Lakukan investasi dengan jumlah minimal 10% dari pendapatan anda;
2. Tentukan sasaran (target) investasi tersebut, misal untuk dana pendidikan anak saat masuk universitas atau untuk persiapan membeli rumah baru atau mungkin untuk berlibur dengan keluarga?, dll.;
3. Tentukan waktu yang tersedia, berdasarkan poin 2 didapat waktu yang tersedia, misal untuk dana pendidikan tersedia 10 tahun (bagi orang tua yang memiliki anak dengan usia 8 tahun), dana untuk membeli rumah direncanakan 5 tahun dari sekarang dan untuk dana berlibur dibutuhkan waktu (misalnya) 9 bulan dari sekarang;
4. Tentukan instrumen investasi anda berdasarkan waktu yang tersedia, bentuklah portfolio investasi pribadi anda, misal sebagai berikut:
a.Waktu tersedia kurang dari 1 tahun, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dengan kombinasi pada deposito;
b.Waktu tersedia antara 1 – 3 tahun, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)dikombinasi dengan Reksa Dana Campuran (RDC);
c.Waktu tersedia antara 3 – 5 tahun, Reksa Dana Campuran (RDC) dengan kombinasi Reksa Dana Saham (RDS) serta jika memungkinkan (tergantung besar aset tunai anda) dapat ditambah dengan sedikit dikombinasi pada pembelian dan penjualan saham (trading) di bursa efek;
d.Diatas 5 tahun, Reksa Dana Saham (RDS) sebagian besar, dengan kombinasi investasi pada trading saham (sebagian kecil);
e.Catatan tambahan untuk poin ‘c’ dan ‘d’ sangat dianjurkan hanya bagi mereka yang telah memiliki aset tunai bersifat likuid berupa dana darurat yang telah mencapai 6 hingga 12 kali rata-rata pengeluaran per bulannya;

5. Lakukan proteksi atas aset finansial anda dengan membeli asuransi jiwa melalui produk tradisional dengan jenis YRT (Yearly Renewable Term) yakni produk yang hanya memberikan uang pertanggungan tanpa ada unsur investasi ataupun tabungan. Mengapa jenis ini?, karena memiliki uang pertanggungan yang besar dengan premi yang minimal, sedangkan asuransi yang dikombinasikan dengan investasi (unit link) terbukti biaya di 5 tahun pertama adalah sangat mahal.

6.Lakukan monitoring terhadap butir 4 diatas, lihat perkembangan dana investasi versus target minimal yang harus tercapai.

Setelah langkah untuk meningkatkan aset melalui investasi dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah kembali melakukan evaluasi secara berkala terhadap kekayaan bersih anda, berikut adalah formulasi Rasio Ideal Kekayaan Bersih (minimal , secara matematis:

Us (Usia) X PT (Pendapatan Tahunan) / 10 >= 3,5 PT (Pedapatan Tahunan)

Jadi setelah anda melakukan investasi silahkan evaluasi (berkala tahunan), apakah:

KB (Kekayaan Bersih) anda sudah berada >= 3,5 PT atau
KB (Kekayaan Bersih) anda sudah berada < 3,5 PT

Untuk jelasnya lihat tabel contoh dibawah ini, dua orang pekerja dengan jabatan yang berbeda:
Uraian Direktur Karyawan
Usia (tahun) 35 35
Pendapatan/Bulan (Rata-rata) Rp 35.000.000 Rp 2.500.000
Pendapatan/Tahun Rp 420.000.000 Rp 30.000.000
Kekayaan Bersih Rp 850.000.000 Rp 125.000.000

Penjelasan /Analisa :
Total kekayaan bersih sang Direktur Rp 850 juta, kekayaan bersih sang Karyawan hanya sebesar Rp 125 juta, namun ternyata sang Karyawan lebih kaya dari sang Direktur, ini disebabkan karena:

Rasio Kekayaan Bersih Direktur Karyawan
Rasio Ideal Kekayaan Bersih 2,02 4,17
Rasio Ideal Kekayaan Bersih (minimal) 3,50 3,50

Jadi ternyata sang Direktur tidak lebih kaya dari sang Karyawan karena Rasio Kekayaan Bersih Direktur hanya 2,02 (mungkin memiliki utang yang besar disertai dengan gaya hidup yang mewah), sedangkan sang Karyawan memiliki Rasio Kekayaan Bersih yang lebih baik dari standar minimum yaitu sebesar 4,17. Jangan menyalahkan diri anda jika rasio belum tercapai, ini adalah merupakan langkah awal untuk melakukan perencanaan keuangan, usahakan rasio minimal sebesar 3,50 dapat tercapai sejalan dengan perkembangan waktu.

Jika ingin menjadi kaya secara finansial ada pesan yang pertama yaitu "Lakukanlah Investasi maka Anda Menjadi Kaya", jangan berpikir terbalik "Lakukan Investasi Jika Telah Kaya!'. Pesan sederhana ini silahkan dicoba karena sejauh yang kami ketahui orang terkaya didunia melakukan pesan yang pertama, selamat mencoba.

Taufik Gumulya, CFP® , Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services

Continue -->>

Selasa, Juli 20, 2010

Gagal Resign (MUGG) (Bagian 2)

Oke gezro-ers, setelah di artikel pertama, telah dibahas 2 dari 4 faktor MUGG, yaitu M (Mindset) dan U (utang). Sekarang kita lanjutkan dengan artikel kedua, yang akan membahas 2 faktor selanjutnya. Apakah itu? Mari kita baca terusannya hehehe... tulisan ini diambil dari http://adzan101.blogspot.com/2010/07/mugg-gagal-resign.html

3.Greedy alias serakah

Greedy atau serakah adalah musuh nomor 1 para pengusaha. Penyakit ini
seperti kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung, yakni pembunuh
nomor 1 di dunia.

Baru punya itung-itungan diatas kertas, sudah dijadikan patokan..
belom-belom langsung buka 5 cabang… udah gitu pake utang…

Baru buka outlet, juga belom jalan 1 tahun, sudah di franchise kan…
owalah, bisnis anda belum teruji kalo baru 1-3 tahun…

Baru buka satu outlet, beberapa bulan, udah utang bank untuk buka
cabang.. bahkan sudah punya kredit mobil..

Bisnis jualan baju sudah jalan, mapan… kemudian tergoda invest banyak
di bisnis batubara. Duit habis terkuras, sehingga bisnis garmen pun
stagnan ga bisa berkembang karena ga ada dana pengembangan.

Bisnis baru 2-3 tahun, tapi gayanya sudah seperti konglomerasi. Punya
bisnis IT, bisnis agro, bisnis garment, bisnis retail, bisnis makanan,
bisnis pelatihan. Akhirnya satupun tidak ada yang jalan.

Saya pernah ditanya oleh salah seorang mahasiswa, “mas, klo kita
bisnisnya banyak, kan profit kita jadi lebih banyak.. bukannya lebih
enak begitu?”
Saya jawab simple, “mas kuliah ambil jurusan apa?”
“Teknik” katanya
Saya lanjutkan, “kenapa ga nyambi kuliah di FE, Kedokteran, Fisip,
Sastra, MIPA, sekalian supaya sekalian gelarnya menjadi SE, ST, S.Ked,
S.Sos, S.Hum. kan lebih enak banyak gelar.”
Dia jawab lagi, “Lha gimana bagi waktunya mas? Yang ada saya di DO
karena nilai jelek semua, trus malah ga dapet gelar sama sekali!”

Ngapain kita keblinger.. dan tergoda sama gemerlapnya bisnis
teman-teman kita? Coba berpikir ulang deh, bisnis kita yang ada
sekarang itu selalu ada kemungkinan untuk menjadi besar kan? Ngapain
juga tergoda sama bisnis orang lain? Yang di share ya pasti yang
baik-baiknya saja toh…. Sisi “horror”-nya sudah pasti tidak
diceritakan hehe.

Saya pernah tersandung di bisnis bioethanol yang tidak focus.. rugi
ratusan juta.. saya hanya ingin pengalaman ini berguna buat
teman-teman semua. Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sinar matahari ketika difokuskan dengan lensa cembung, sanggup
membakar kertas. Itulah kekuatan focus! Coba perhatiin orang-orang
terkaya di dunia, bisnis nya focus. Bill Gates, Steve Balmer, Oracle,
Wal-Mart.. walau di Indonesia masih di dominasi konglomerasi seperti
Bakrie, CT, Sandiaga Uno, dll


4. Gengsi

Ini adalah akar masalah yang ke-4. Maunya sih setajir Chairul Tanjung
yang sekarang. Tapi ga mau niru jalan-nya Chairul Tanjung 30 tahun
yang lalu.. jungkir balik jagain mesin fotokopi.. jagain warung alat
kedokteran.. nah klo kita? Belom-belom udah nyuruh dan hire karyawan
buat jagain warung.. alesannya karena malu. Kalo saya mah mending malu
jagain warung, daripada harus menyusahkan orang lain karena tidak
punya penghasilan

Bisnis itu naik-turun.. biasanya banyakan turun-nya. Turun 100 kali,
naik 1 kali. Tapi naik 1 kali itu sudah cukup untuk membayar turun 100
kali. Toh Kolonel Sanders dan Thomas alfa Edison ditolak dan gagal
1000 kali, tapi usaha terakhirnya bisa menutup semua kerugiannya.
Jangan Cuma siap kaya, tapi juga harus siap miskin. Yang penting
nikmati prosesnya

Bob Sadino bahkan pernah bangkrut. Dan kata istri om bob, saat itu
uang yang ada Cuma cukup untuk membeli nasi ATAU rokok. Om bob harus
memilih. Akhirnya saat itu om bob memilih nasi, sementara untuk
kebutuhan rokoknya belio mencari puntung-puntung bekas.. kita siap
tidak menjadi seperti ini?

Teman-teman dari kalangan Chinese, malah sudah biasa dengan menu
bubur. Padahal warungnya sudah ramai. Tapi dengan tekun mereka
mengumpulkan tabungan, untuk memperbesar bisnis.

Ketika azzam (keinginan) kita sudah kuat, seharusnya tidak berpikir
jalan untuk mundur. Separah-parahnya kondisi kita, kita bisa ngasong,
mbenerin komputer, jadi supir, jualan Koran.. ya minimal untuk sekedar
membeli beras…
Seorang pengusaha bernama halilintar, bahkan sempat memiliki
perusahaan di New Zealand dan Perancis. Bisnisnya ambruk. Dan belio ga
malu untuk jadi tukang ledeng. Dipanggil ke rumah-rumah dsb. Sempat
belio malu, karena customer yang memanggilnya adalah orang yang belio
kenal. Kini bisnisnya bangkit lagi, dan bahkan lebih besar dari
sebelumnya.

Saya sendiri pernah menjadi distributor makanan ikan hias, saya antar
dengan sterofoam ke toko ikan hias dengan motor.. ya rasa malu tetap
ada, tapi kalo dibawa enjoy sih asik-asik aja. ketika bisnis warnet
habis, saya turun langsung untuk membantu teman-teman mendirikan
warnet dengan memberikan pengalaman gagal saya untuk tidak terulang di
warnet yang baru tersebut. Ya, saya melakukannya sendiri, tanpa
karyawan. Alhamdulillah masa-masa kritis itu bisa dilewati, kini
perusahaan ISP saya (www.net-cyber.com) memiliki sejumlah klien
corporate. Bahkan sebentar lagi ada perusahaan Jerman menggunakan jasa
internet dari www.net-cyber.com . Jasa Konsultan IT juga kebanjiran
order dari instansi-instansi besar untuk web/software development.


Pertanyaannya, maukah kita menurunkan standar gaya hidup ketika bisnis
menurun? Tadinya naik mobil, sekarang naik motor. Sekarang jagain
sendiri gerobak mie ayam kita, gunting credit card, Anak-anak sekolah
nya di sekolah yang mahal, pindahkan ke sekolah inpres, kurangi
kebiasaan makan di resto, atau bahkan sampai berpuasa untuk menghemat
pengeluaran, pindah ke kontrakan petak sementara rumah utama kita
disewakan… Maukah kita? Sekali lagi ini adalah pilihan.

Kesimpulan

Menjadi pengusaha adalah pilihan hidup dengan segala risiko nya (baik
untung besar ataupun bangkrut). Jangan pernah menyalahkan orang-orang
di sekitar anda, ataupun komunitas yang meng-encourage anda untuk
resign. Mereka ga salah. Bahkan harusnya kita berterima kasih. Niat
mereka juga untuk kebaikan kita juga. Lebih banyak introspeksi diri.

Ternyata penyebab frustasi berbisnis berpusat pada 4 faktor, yakni
MUGG (Mindset, Utang, Greedy, Gengsi). Perbaiki mindset kita, hapus
hutang yang tidak produktif, jauhi sifat Greedy dan Gengsi.

Tiap orang mungkin berbeda-beda, saya sendiri sih benar-benar sudah
“bakar kapal”.. jadi insya allah sampai saat ini belum pernah ada
pikiran untuk menjadi karyawan. Jauh-jauh saya buang pikiran itu…
karena jalur entrepreneur adalah jalan saya.. disinilah aktualisasi
saya.. saya akan tetap di jalur ini, walau saya harus menjadi tukang
servis komputer panggilan, atau harus jaga warnet. Saya turunkan gaya
hidup (jangan tiru prinsip ini jika tidak sesuai dengan anda)

Tapi lebih dari itu… kita harus bermimpi mengisi daftar 10 besar
orang-orang terkaya di Indonesia, bahkan di dunia. Karena itu,
teruslah bergerak. Teruslah berinovasi. Teruslah mengeluarkan
karya-karya terbaik!

Ingat pesan mbah Kiyosaki, dari income jangan langsung keluar menjadi
expenses atau liability.. income masuk dulu ke asset yang menghasilkan
passive income. Yang dengan passive income itu baru kita keluarkan
untuk expenses atau liability.

Nikmati semua proses sebagai ibadah. Ingat, selama kita istiqomah (ga
nyerempet-nyerempet yang haram) maka kita selalu ada di jalur
kemenangan…

Terakhir mohon maaf kalo terlalu panjang, ada salah-salah kata ataupun
menyinggung… tidak ada maksud lain selain untuk kebaikan kita semua…

Continue -->>

Senin, Juli 19, 2010

Gagal Resign (MUGG) (Bagian I)

Dear Gezrot-ers, berikut saya sajikan sebuah artikel yang sangat-sangat menarik, membahas bagaimana orang ingin memulai bisnis, kemudian resign dari tempatnya bekerja, namun, setelah beberapa lama, akhirnya kembali lagi ‘harus’ mencari pekerjaan karena bisnisnya banyak mengalami ‘gangguan’. gagal maning...gagal maning :) :)
Ditulis oleh seorang bisnisman yg sudah lama malang melintang di jagat bisnis hehehe... Artikel ini akan dibuat menjadi 2 tulisan yang saling bersambung. Oke, kita mulai dari tulisan pertama. Tulisan ini diambil dari blog http://adzan101.blogspot.com/2010/07/mugg-gagal-resign.html

Akhirnya terpaksa menulis lagi..
karena bertubi-tubi mendapat pertanyaan/curhatan yang sama, hampir setiap hari..
jadi biar jawabnya mudah, supaya dirujuk ke tulisan ini..

begini kira-kira
Ny X :
"Dzan, gw capek nih dengeran cerita salah seorang member dari kota S.
Tiap hari curhat, gara-gara udah resign tapi bisnisnya ga jalan-jalan
alias bangkrut. Sekarang malah keluarganya terancam perceraian. Orang
itu agak nyalahin komunitas yang komporin resign tanpa diberitahu
resiko nya. Harusnya kasitau donk resiko resign dll, jangan cuma yang
enaknya doank yang di share di komunitas. Dan banyak lho member yg
bernasib sama.. gimana nih?"

Mr.Y :
"Bro, ada yang lagi curhat nih. teman saya frustasi. sudah resign trus
bisnis bangkrut. dia bener-bener frustasi. Sekarang dia menghidupi
keluarganya dengan "jatah" dari mertuanya. Gimana nih?"

Mr. Z
"utang jadi banyak banget..Gw nyerah nih bro.. gw mau jadi karyawan
lagi. tuntutan hidup makin berat, gw butuh kepastian penghasilan...”

Menghela nafas sebentar...
Bingung juga, mulai darimana ya njelasin nya

Mulai dari kapasitas saya untuk menjawab dulu deh
1. saya bukan founder dari komunitas tersebut… saya hanyalah anggota biasa.

2. saya belum pernah merasakan jadi karyawan/TDB atau apapun
istilahnya. Karena semenjak kuliah sudah berdagang. Walau begitu saya
bisa merasakan beratnya perjuangan bisnis orang-orang yang sebelumnya
pernah bekerja.

3. tapi saya pernah mengalami kegagalan, kemunduran, kebangkrutan yang
sama. Bahkan berkali-kali. Dan berkali-kali itu pula, alhamdulillah
dengan pertolongan Allah, saya selalu bisa untuk bangkit kembali.

Oke, setelah tau kapasitas saya untuk menjawab, lanjut ya sekarang ke
pembahasan.

Pertama : Menjadi karyawan tidak berarti lebih buruk dari menjadi
pengusaha. Dan menjadi pengusaha, belum tentu lebih baik daripada
karyawan

Mengapa?

- karena yang lebih mulia di sisi Allah adalah yang lebih bertakwa.
Karyawan yang bertakwa jauh lebih baik daripada pengusaha yang korup
- ga semua pengusaha itu lebih kaya dari karyawan.. contoh :
penghasilan saya saat ini tidak lebih besar dari Dirut Bank Mandiri
hehe


Kedua : Pahami bahwa status pengusaha dan karyawan adalah hanya
aktualisasi diri kita dalam kehidupan. Semua sama saja. Sama-sama
dibutuhkan umat manusia

Bayangkan bahwa isi dunia ini adalah sebuah organisasi besar. Ada
orang-orang yang bertugas menjaga keamanan (tentara/polisi), ada
orang-orang yang membantu orang yang sakit (paramedic), ada yang
mengatur Negara (politisi), ada pengusaha dan lain-lain.

Semuanya sama-sama dibutuhkan. Tidak ada boleh merasa lebih antara
satu dan lainnya.


Ketiga : Pahami resiko

- Jadi tentara/polisi dituntut latihan fisik yang lebih. Kalo kita
bukan tipe yang demikian, jangan dipaksakan ber-aktualisasi disana.

- Jadi dokter/paramedic dituntut untuk lebih empati dan sabar. Kalo
kita ga nyaman ada orang yang malem-malem minta diobati, ya jangan
jadi dokter

- Jadi pengusaha dituntut untuk siap profit dan siap rugi. Siap maju
dan siap bangkrut. Kalo kita ga punya mental siap bangkrut, ya ga usah
jadi pengusaha. Tapi ketika kita memilih menjadi pengusaha, ya terima
resiko nya apapun itu. Jangan mengeluh, karena ini adalah pilihan
kita. Tapi kalo memang tidak cocok, ya jadi karyawan juga ga lebih
hina..

- Kata siapa pengusaha banyak waktu luang? Justru pengusaha bisa
bekerja 24 jam non-stop! Tapi bedanya, kita mencintai pekerjaan kita
jadinya tidak terasa capek. Jadi jangan bermimpi menjadi pengusaha itu
bisa bermalas-malasan.

- Belum lagi risiko dicibir orang, keluarga, mertua dll ketika baru
merintis bisnis… dibilang ga punya pekerjaan tetap lah… pekerjaan ga
jelas lah.. penghasilan ga jelas.. malu-malu-in lah.. hayo apa lagi?


Keempat : Terima Konsekuensi

- Masuk jadi tentara trus mengeluh.. “gimana sih suruh lari 10km
setiap hari! Emangnya ga capek!”.. “Ah, bapak/ibu sih yang maksa jadi
tentara! Udah saya bilang saya ga suka! Pegel-pegel nih latihannya!”

- Masuk jadi dokter juga mengeluh… “gila… tiap hari harus liatin
darah… harus deket-deket sama orang-orang kusta, orang kudisan, exim…
mana gw tahan..”.. “gara-gara siapa nih?”

- kira-kira begitulah kalo salah pilih menjadi pengusaha… terdengar
seperti anak kecil ya? Ya begitulah seharusnya anda melihat diri anda
ketika anda mengeluh. Ngerasa salah jalan? Belum telat kok untuk
pindah haluan, tapi satu yang pasti : gentle donk sama pilihan
sendiri! Jangan mengeluh! Apalagi nyalah-nyalahin orang lain atau
komunitas…

Jadi, mohon maaf, saya agak kurang sepakat jika menyalahkan komunitas.
Plis, jangan biasakan BEJ (blame, excuse, justify). Biasakan untuk
menyalahkan diri sendiri.


Akar masalah adalah MUGG
Kemudian saya merenungkan akar permasalahannya. Ternyata
ujung-ujungnya ada di 4 faktor ini, sebut saja MUGG

1. M stands for Mindset
Mindset sebagai akar masalah yang pertama. Saya mau jadi jenderal,
tapi ga mau jadi letnan dulu. Maunya langsung jadi jenderal. Ga mau
latihan fisik, ga mau belajar/sekolah, ga mau diperintah atasan.

Saya mau jadi pengusaha, saya mau seperti Bob Sadino, tapi ogah banget
nganter-nganter telor ayam door to door. Ogah banget gw kerja sampe
larut malam, malah ga tidur.

Saya mau jadi Begawan property seperti Trump, tapi ogah banget klo
pernah bangkrut total kayak Trump.

Wake up! Jangan cengeng! Semua pengusaha-pengusaha besar pasti pernah
mengalami kegagalan besar… dan mereka kuat.. mereka bertahan

Saya sendiri pernah mengalami kebangkrutan total.. bayangkan saja,
dari 10 warnet yang dulu saya punya, kini hanya tinggal 1 cabang saja.
Saya tidak menyerah. Hidup isinya perubahan. Saya lihat banyak orang
berbondong-bondong membuat warnet. Dan mereka kesulitan untuk
mengelolanya. Dan ketika mereka berbondong-bondong klik
www.warnet-alpha.net (tentu saja, berbekal integritas yang terus
dijaga selama 6 tahun), kini kami bertransformasi menjadi penyedia
jasa setup dan maintenance warnet nomor wahid di Indonesia.

Bisnis bioethanol saya pun bangkrut. Total kerugian dengan warnet
menjadi milyaran. Bangkrut, dikhianati, miss-management adalah
pelajaran-pelajaran yang berharga.. kini saya alhamdulillah dengan
pertolongan Allah telah melewati masa-masa krisis itu dan bahkan
membalikan keadaan. Lebih matang, lebih dewasa, sekarang apa-apa bisa
jadi duit.. bahkan tanpa modal sekalipun..

Coba hitung, berapa waktu yang anda habiskan untuk memikirkan bisnis
anda? Berapa jam per hari? Jangan-jangan Cuma 1-2 jam saja, atau
Jangan-jangan anda malah keasikan membuat list daftar barang-barang
konsumtif yang mau anda beli.

Coba hitung, berapa modal yang diinvestasikan untuk bisnis anda?
Untuk marketing? Untuk pengembangan? Untuk penyusutan? Untuk riset?
Untuk seminar? Atau malah lebih banyak uang yang dihabiskan untuk
keperluan konsumtif?

Anda gagal karena mindset anda! Mindset anda yang bilang bahwa jadi
pengusaha bisa jalan-jalan sementara bisnis jalan sendiri.. mindset
anda yang bilang adanya passive income tanpa perlu bekerja. Tapi anda
bertemu realitas yang berbeda, dan anda tidak siap untuk itu… anda
panic.. karena tidak seenak yang dijanjikan itu…

Jadikan profesi pengusaha ini untuk pengabdian dan untuk ibadah. Insya
allah semua terasa nikmat. Kerjakan dengan enjoy dan sebaik-baiknya,
pada titik itu justru order/proyek/client/customer yang akan
mengejar-ngejar anda! Percayalah!


2.Utang--U

Utang adalah akar masalah yang kedua. Ini adalah masalah yang sangat
sensitive. Rasulullah sangat tidak menganjurkan berhutang, dan
meng-encourage bagi hasil atau bekerjasama. Saya sendiri bukan orang
yang anti-hutang, hutang boleh-boleh saja (walau saya belum pernah
berhutang ke bank).. asal ada hitung-hitungan yang matang..

Contoh : bisnis jualan kue kita sudah memiliki satu karyawan untuk
antar kue. Dengan net-profit bisnis 2jt/bulan. Kemudian jalan 2 tahun
bisnis berkembang, net-profit menjadi 5jt/bulan. Bahkan order melebihi
kapasitas produksi. Jika harus investasi mesin produksi baru plus
inventaris motor buat antar dengan cara berhutang, maka misalkan
diasumsikan ada beban cicilan sebesar 3jt/bulan.

- Dan dengan mesin baru itu yang dicicil itu, ternyata net-profit
meningkat menjadi 7jt/bulan. Nah itu baru hutang yang bener! Untuk
leverage atau pengembangan bisnis. Dan dengan cicilan yang masih bisa
ter-cover dengan bisnis yang ada.

- Biasanya nih, dengan net-profit “Cuma” 2jt/bulan, kita nekat buka
cabang! Supaya bisa franchise katanya! Hutang puluhan bahkan ratusan
juta yang cicilannya diatas 5jt. Padahal present net-profit kita Cuma
2jt/bulan! Gimana ini logika nya… sementara tidak ada jaminan bahwa
cabang akan selalu untung. Apa bedanya dengan spekulasi? Beda kalau
misalnya menggunakan uang dari kantong sendiri

- Ada yang lebih parah. Bisnis nya malah belom ada, tapi udah utang
ratusan juta buat buka toko kue. Nah yang ini lebih sableng lagi… saya
benar-benar tidak menyarankan untuk memulai bisnis dengan hutang!
Jangan pernah!

- Ditambah lagi utang-utang buat gaya hidup ga penting… cicilan mobil,
cicilan blackberry, cicilan TV LCD, mention it… Jangan pernah beli
segala sesuatu secara kredit ketika diperuntukan untuk urusan pribadi
(bukan perusahaan). Tundalah kesenangan kecil, demi mendapat
kesenangan besar nanti!

- Bayangkan anda buka 10 toko kue dengan modal utang. Cicilan
50jt/bulan. Itulah yang membuat anda menjadi frustasi! Nikmati
pelan-pelan… jalani semuanya dengan sederhana… selesaikan pekerjaan
dengan sebaik-baiknya.. biarkan sunnatullah bekerja. Ketika anda
bersungguh-sungguh, pasti order yang akan mengejar anda… walau anda
menolak sekalipun.. insya allah

- Buka 1 cabang dulu.. biar kan menjadi “matang” selama 3-4 tahun,
kemudian buka cabang dengan duit tabungan sendiri. Bukan utang.
Setelah buka 5 cabang dan berhasil, baru bicara franchise. Atau kalau
memang yakin profit, mengapa harus franchise? KFC, Hokben, Gokana juga
ga franchise kok..

- Ga punya duit buat 1 cabang? Patungan sama temen! Tentu saja yang
bisa dipercaya plus mau sama-sama bekerja.

- Ga percayaan sama temen? Ya mulai dari door to door direct selling.
Bisa tuh ga pake modal.

- Malu? Tengsin? Males? Ya ga usah jadi pengusaha…

Coba yuk, bisnis dengan modal yang ada aja. Klo Cuma ada 10jt, ya pake
itu aja cukup kok. Klo Cuma ada 1jt, ya udah cukup juga… bisnis saya
www.jasakomputer.com modalnya Cuma 1jt, belum jalan setahun
menghasilkan net-profit tembus 2 digit alias 10jt. Asal focus!

Continue -->>

Kamis, Juli 08, 2010

Wining Spirit – Secret Of Dream

Dear Gezrot-ers :) begitu banyak orang yang bermimpi untuk menjadi lebih baik,
dan banyak juga orang yang sampai benci dan membenci pemimpi. Hanya ada 1 sebab, karena mereka sebelumnya pernah kecewa karena mimpi mereka tidak tercapai. Dan menjadi balik membenci

Gezrot-ers, ada 1 hal yang ingin saya sampaikan yakni bagaimana caranya Anda bermimpi itu akan membuat perbedaan. berikut petuah dari Mr TDW

Dalam kesempatan kali ini, ada 4 hal yang akan dibahas dalam Secret of Dream , dan ada 4 hal juga yang menyebabkan mengapa mimpi itu bisa gagal.Ada 4 poin yang dilakukan oleh para pemenang dalam bidang apapun, sehingga mereka berhak menyandang predikat sebagai juara atau sebagai pemenang. 4 poin tadi saya rangkum dengan 1 istilah, winning spirit.

Poin pertama dari para pemenang adalah mereka selalu memiliki dream, kemudian dream tadi dibentuk dalam bentuk planning, yang merupakan poin yang kedua.Yang ketiga, planning yang sudah mereka buat, mereka terapkan dalam bentuk action atau tindakan. Dan poin yang keempat, yang namanya finishing, atau mereka menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai. Berbicara tentang dream, berbicara tentang impian, ada 5 poin atau 5 rahasia tentang sebuah impian.

Rahasia yang pertama dari impian adalah impian tanpa batas. Anda bisa bermimpi apapun di dunia ini. Anda bisa bebas memilih impian anda, tetapi yang paling penting adalah anda harus punya cara untuk mewujudkan impian anda. Sekali lagi, impian anda, silahkan anda buat, walaupun tidak masuk akal, tetapi caranya haruslah masuk akal.

Secret of dream yang kedua adalah impian adalah hal yang gratis, tidak akan ada orang yang akan memungut bayaran dari impian-impian yang anda impikan. Pertanyaan saya adalah seperti ini, kalau anda memimpikan sesuatu, apakah akan menjadi kenyataan? Jawabannya belum tentu. Tapi kalau anda tidak pernah bermimpi, ya tentu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Lumayan kalau misalnya impian tadi yang anda impikan dan berhasil 50%, anda tetap memiliki 50% keberhasilan. Tapi kalau anda tidak memiliki impian sama sekali, keberhasilannya adalah 0%.

Yang ketiga adalah impian tidak sama dengan keadaan saat ini. Banyak orang yang mengukur impiannya mereka berdasarkan keadaan atau kondisi mereka saat ini. Anda tidak bisa mengukur impian anda berdasarkan kondisi anda saat ini. Kenapa? Karena yang namanya impian adalah hal2 yang belum terjadi, yang anda inginkan 5, 10, 15 atau 20 tahun yang akan datang.

Yang keempat adalah impian selalu bisa jadi kenyataan, asalkan anda tidak pernah menyerah untuk mengejarnya, dengan taktik dan strategi yang berbeda, tentunya akan dijelaskan di capsule-capsule selanjutnya. Impian anda selalu punya kesempatan atau peluang untuk bisa menjadi kenyataan.

Yang kelima adalah anda harus mempercayai impian anda. Impian anda tidak akan mungkin bisa terwujud kalau anda tidak mempercayai kalau itu bisa menjadi kenyataan. impian anda tidak akan bisa menjadi kenyataan. Kenapa? Karena ketika anda tidak mempercayai; waktu, tenaga, enegi, pikiran anda, tidak akan anda kerahkan secara maksimal, untuk mengupayakan agar impian anda menjadi kenyataan.

Tapi kalau anda yakin 100%, dengan tekad yang bulat, bahwa impian anda bisa menjadi kenyataan, maka waktu, tenaga, potensi akan anda kerahkan sedemikian rupa, sehingga membantu anda untuk mewujudkan impian-impian anda. Pertanyaannya adalah kenapa banyak orang yang tidak berhasil dalam mewujudkan impiannya.

Minimal ada 4 penyebab utama :

Yang pertama adalah mereka kehabisan energi. Kenapa mereka kehabisan energi? Karena mereka tidak memiliki alasan yang cukup kuat, untuk membuat mereka tetap bertahan dan mengejar impian-impian mereka.

Yang kedua adalah mereka kehabisan keyakinan. Kenapa mereka kehabisan keyakinan? Karena mereka selalu terbentur dengan ketidakberhasilan, mereka selalu terbentur dengan tantangan demi tantangan. Ini bisa terjadi kalau anda tidak membagi impian anda menjadi impian atau target2 yang lebih kecil, lebih kecil, dan lebih kecil lagi. Kesuksesan adalah proses memenangkan sukses-sukses kecil tiap harinya.

Yang ketiga adalah mereka kehabisan waktu. Kenapa mereka kehabisan waktu? Karena mereka tidak punya manajemen waktu yang baik.

Yang keempat adalah mereka kehabisan kesabaran dalam proses mewujudkan impian mereka.

Kenapa mereka kehabisan kesabaran? Alasan yang paling utama adalah karena mereka tidak memiliki lingkungan yang mendukung mereka dalam proses mengejar impian-impian mereka.

Continue -->>

@ All Right reserved 2008. Edited By JuraganTAHU Design by usuario ^